Pelatih Dick Advocaat membela fans Zenit St Petersburg terhadap dugaan aksi rasisme seiring persiapan klub Rusia tersebut menjelang laga melawan Glasgow Rangers di final Piala UEFA.
Zenit bertemu Rangers di final pada Rabu (14/5) di Stadion City of Manchester setelah menyingkirkan Bayern Muenchen, Bayer Leverkusen dan Olympique Marseille.
Namun UEFA melakukan investigasi terhadap klaim bahwa pendukung Zenit melakukan aksi rasialis terhadap para pemain Marseille di babak 16 besar, Maret lalu.
Menteri olahraga Inggris Gerry Sutcliffe memperingatkan fans bahwa mereka akan menghadapi hukuman berat jika melakukan masalah.
"Datanglah kesini dan lakukan hinaan rasialis terhadap para pemain kulit hitam dan anda akan merasakan kekuatan hukum disini," tegasnya.
Sutcliffe mengatakan sungguh memalukan bahwa persiapan pertandingan justru terfokus terhadap bagaimana fans akan bersikap dibandingkan menghargai bagaimana bagusnya tim yang mencaoai final Eropa pertama mereka.
"Rangers dan Zenit sebelumnya tidak diperkirakan mencapai final, kami berdua menghadapu tim-tim yang sangat bagus di dunia sehingga ini adalah pencapaian luar biasa bagi kedua tim. Saya merasa kami pantas mendapatkan sedikit penghargaan...Ini adalah pertandingan sepakbola dan bukan tentang warna kulit," tukas Advocaat.
Para pendukung Rangers diperkirakan akan lebih banyak dibandingkan fans Zenit saat memadati stadion nanti. Dan Advocaat mengatakan hal tersebut akan menjadi keuntungan Rangers.