Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Joko Driyono, mengancam akan memberi sanksi yang berat pada klub yang menyatakan mundur dari ajang Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008. Awal Copa pun baru dimulai 5 November mendatang dimana laga pembuka antara Sriwijaya FC berhadapan dengan Arema Malang di Stadion Jakabaring, Palembang.
Ancaman itupun tak main-main. Bila klub yang mundur dari kasta Liga Super Indonesia, maka BLI akan memberi sanksi dengan mencabut lisensi klub profesionalnya.
Sementara bila dari Divisi Utama atau di bawahnya, maka BLI tak akan menerbitkan lisensi sebagai klub profesional jika nantinya mereka promosi ke LSI.
"Sanksi sudah jelas kami utarakan. Jika tidak ikut Copa tahun ini, maka tahun berikutnya tidak boleh ikut,'' ujar Joko.
"Copa itukan salah satu agenda kompetisi sepakbola yang sudah ditetapkan. Jika klub sudah berkomitmen untuk memajukan sepakbola nasional, maka jangan cederai komitmen tersebut,'' tambah Joko.
Menyinggung akan mundurnya Persebaya Surabaya dan PSMS Medan karena kesulitan dana, Joko mengaku belum menerima secara tertulis.
"Saya yakin Persebaya akan membatalkan niatnya itu. Sejak dulu mereka selalu bersemangat untuk memajukan sepakbola Indonesia,'' pungkasnya.
Joko menilai bahwa faktor pendanaan tidak bisa dijadikan alasan pengunduran diri. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang diikuti semakin banyak pula keuntungan yang diterima klub.
Untuk PSMS, mereka sudah angkat tangan karena mereka mengikuti empat kompetisi yakni LSI, kompetisi U-21, AFC Cup 2009, dan Copa Indonesia. Mereka sendiri tidak mendapat bantuan APBD. Jadi, jalan satu-satunya adalah meninggalkan salah satu kompetisi.
Sebelumnya ada lima klub yang berniat mundur yakni, Persema Malang, Persibom Bolaang Mongondow, Persekabpas Pasuruan, Persiraja Banda Aceh dan Persik Kediri.
Setelah berkonsultasi dengan BLI, akhirnya Persik, Persekabpas dan Persiraja membatalkan niatnya untuk mundur, sementara Persema sepertinya tetap pada pendiriannya.
(Edp)
|