Badan Wasit Sepakbola Indonesia (BWSI) membela
tindakan wasit Yandri yang melakukan pemukulan kepada asisten manajer
PSM Makassar, Faizal Manaing, dan menilainya sebagai tindakan membela
diri. Kejadian yang terjadi usai laga PSIS Semarang melawan PSM di
Stadion Jatidiri, Minggu (12/10) lalu itu, dipicu karena Faizal menilai
kepemimpinan Yandri berat sebelah.
Ia juga menganggap seharusnya timnya mendapat dua penalti, namun wasit
asal DKI Jakarta itu berkata tak melihatnya. Usai pertandingan, ia
bersama Sapri (ofisial PSM), langsung lari menghampiri Yandri.
Sayangnya, nasib apes menimpa pria bertubuh gemuk itu karena Yandri
secara refleks, terlebih dulu melakukan pembelaan dengan memukulnya
tepat di bibir, yang membuat ia banyak kehilangan darah. Ia sendiri
kini dalam kondisi pemulihan di kamar 7005 Hotel Ibis, Semarang.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua BWSI, Benhard Limbong menilai
bahwa, tindakan Yandri sudah tepat, meskipun ia akan melihat lagi
rekaman pertandingan serta laporan dari semua pihak.
"Yandri melakukan pemukulan karena ia terlebih dahulu diserang. Dimana
ada asap, disitu ada api. Prinsip itu tetap berlaku di kejadian
ini,'' ujar Bernhard.
Hingga kini, Bernhard belum memberikan keputusan apakah akan menghukum
Yandri atau tidak. Ia bersama Ketua Komdis, Hinca IP Panjaitan, tak
akan main-main untuk melakukan proses segala bentuk pelanggaran etika
sportivitas.
Pastinya, mulai dari peringatan, pengistirahatan di beberapa
pertandingan, sampai pemecatan telah menjadi standar baku untuk semua
wasit di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Kompetisi BLI, Joko Driyono, mengatakan bahwa,
seringkalinya terjadi kekerasan terhadap wasit disebabkan terlalu
curiga yang berlebihan pihak klub terhadap wasit.
"Wasit selalu dicurigai sebagai biang kekalahan tim mereka. Padahal,
wasit di saat bersamaan berusaha melepaskan diri dari tekanan'' ujar
Joko. Joko menambahkan masalah kinerja wasit merupakan wewenang BWSI,
sehingga bila ada wasit yang terlihat melakukan keberpihakan, Komdis
dan BLI akan memberikan rekomendasi kepada BWSI untuk melakukan
evaluasi terhadap wasit yang bersangkutan.
Sebelumnya ditempat yang sama, Manajer PSIS, Yoyok Sukawi juga
melakukan hal yang sama saat timnya ditahan imbang PSMS Medan 1-1.
(Edp)
|