Banfield mencatat sejarah dengan menjuarai Liga Apertura Argentina untuk pertama kalinya dalam satu abad lebih usianya meski kalah 0-2 dari Boca Juniors, Senin (14/12). Keberhasilan Banfield dipengaruhi oleh kekalahan Newell's Old Boys dari San Lorenzo dengan skor sama. Andai Newell's, yang menguntit Banfield dengan jarak dua poin, menang maka Newell's bisa mengemas gelar juara liga keenamnya.
Bagi Banfield, ini adalah keberhasilan pertama sejak klub didirikan pada 1896 oleh imigran asal Inggris, Irlandia dan Skotlandia. Di klasemen akhir, Banfield berada di posisi teratas dengan nilai 41 dan Newell's -- yang juga dibentuk oleh imigran Inggris Raya -- mengoleksi nilai 39.
"Kami kalah hari ini, tapi tanpa ragu kamilah yang terbaik. Tak perlu diragukan lagi, kami memang pantas juara," tukas pelatih Banfield, Julio Cesar Falcioni.
Falcioni merujuk fakta timnya hanya kebobolan 11 gol atau empat gol lebih sedikit dibanding Newell's dan mengirim Santiago Silva sebagai top scorer dengan 14 gol.
Sebenarnya, Banfield sedang dalam episode menurun di dua partai terakhir meski mampu menang 1-0 atas Tigre dan Huracan sebelum kalah dari Boca. Tigre dan Huracan sendiri menempati urutan dua terbawah klasemen.
Selepas mengetahui Newell's menuai kekalahan pula, seluruh pemain Banfield saling berpelukan dan melambai-lambaikan kostum mereka. Namun pesta besar baru akan diadakan di stadion mereka sendiri di kota Banfield yang bertetangga dengan ibukota Buenos Aires.
"Kami tak mau berpesta di kandang Boca sebagai penghormatan. Namun di kamar ganti, kami berpesta layaknya orang gila," ujar pemain berusia 18 tahun asal Kolombia, James Rodriguez yang dijuluki dengan nama legenda koboy, Jesse James, atas ketajaman tendangannya.
Sementara itu kesedihan melanda Newell's. "Sangat menyedihkan sebab perjalanan kami sudah berakhir. Kami menutup kompetisi dengan kekalahan. Kami punya banyak harapan, tetapi tak bisa menang," ungkap pelatih Roberto Sensini. (Hdn/AP)
|