Rafael Benitez menginginkan wasit Roberto Rosetti untuk mengawasi ketat ujung tombak Chelsea Didier Drogba seiring usaha Liverpool untuk mencapai final Liga Champions yang ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir.
Manajer Liverpool tersebut meyakini Drogba memiliki kegemaran terjatuh dengan mudah apabila mendapat penjagaan dari lawan dan untuk itu Benitez tidak ingin Rosetti mudah tertipu dengan hal tersebut.
Drogba membuat Benitez kecewa di laga semifinal pertama di Anfield dimana pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1 ketika John Arne Riise membuat gol bunuh diri di penghujung pertandingan.
"Drogba sangat kuat namun ia mudah terjatuh. Ia banyak terjatuh," tukas Benitez.
"Setiap orang dapat melihat hal ini di tiap pertandingan, hal ini sangat jelas dan mudah-mudahan wasit Italia, yang memiliki pengalaman di Eropa akan melihat ini dengan baik," tambahnya.
Akan tetapi, kekhawatiran terbesar bagi Benitez adalah menemukan cara untuk mencetak gol di Stamford Bridge, sesuatu yang sulit sekali tercapai oleh pelatih asal Spanyol tersebut di delapan pertandingan sejak ia menangani The Reds di tahun 2004.
"Itu adalah sebuah statistik namun mereka dapat berubah dengan sangat cepat. Kami harus mencetak gol sehingga kami akan berusaha sekuat mungkin," tukasnya.
"Kami tidak memiliki masalah apapun dengan Stamford Bridge. Mereka belum pernah kalah dalam 100 pertandingan atau seperti itu di Liga Premier dan hal itu berarti mereka sangat kuat di kandang. Namun kami akan berusaha mencetak gol. Kami tidak membutuhkan kemenangan, hanya hasil imbang 2-2 sudah cukup," imbuh Benitez.
Liverpool memenangkan dua kali semifinal yang mempertemukan kedua tim di tahun 2005 dan 2007 namun lebih banyak terbantu karena memainkan laga kedua di Anfield.