Presiden FIFA Sepp Blatter untuk pertama
kalinya mengeluarkan pernyataan mengejutkan seiring dengan rencana B
yang dipersiapkannya untuk mengantisipasi ketidakmampuan Afrika Selatan
menjadi penyelenggara Piala Dunia 2010 mendatang. Turnamen yang
selaksananya digelar pada musim panas 2010 itu terus dipantau oleh FIFA
setelah adanya penundaan sektor pembangunan stadion dan belum lagi
faktor keamanan, serta permasalahan transportasi dan kemungkinan
keterbatasan pasokan listrik, membuat penyelenggara Afrika Selatan
harus bekerja keras bila tidak ingin digeser ke lain negara. Blatter,
dalam sela-sela persiapan partai final EURO 2008 antara Jerman melawan
Spanyol, mengatakan kalau badan tertinggi sepakbola di dunia itu tengah
mempersiapkan rencana cadangan. "Saya akan menjadi presiden yang tidak
becus apabila gagal dalam mencari rencana cadangan," tukas Blatter.
"Kendati demikian, kami akan melihat hasil kelanjutannya usai
pergelaran Piala Konfederasi mendatang." Adapun pergelaran Piala
Konfederasi diikuti oleh enam tim dari sepenjuru benua, dimana pada
tahapan itu diuji kelayakan stadion, transportasi, fasilitas hotel dan
juga logistik yang mumpuni di Afrika Selatan. Lima dari stadion yang
nantinya akan diperuntukkan menggelar Piala Dunia, hanya satu yang
merupakan stadion baru yaitu di Port Elizabeth, dimana hingga kini
pembangunan tersebut belum selesai. Danny Jordaan, selaku ketua
eksekutif pembangunan infastruktur untuk Piala Dunia 2010, mengatakan
pada awal pekan ini kalau rencana FIFA mencari cadangan penyelenggara
di negara lain benar-benar keliru. "Saya pikir pendapat tersebut
benar-benar salah, bila FIFA merencanakan rencana cadangan di negara
lain," keluh Jordaan. "Tentu saja tidak benar. Saya pikir mereka
tidak dapat memahami apa yang mereka katakan. Tidak patut untuk
ditanggapi," kecamnya.
(Win/AP)
|