Juara Amerika Selatan asal Argentina, Boca Juniors, tak akan bisa lagi menjamu lawannya di Stadion Bombonera dalam seluruh ajang regional setelah seorang wasit terluka oleh lemparan es batu suporter di pertandingan pekan lalu. Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CSF) dalam pernyataan resminya mengatakan baru akan menghapus skorsing itu bila Boca sudah melakukan perbaikan keamanan di depan tribun VIP di mana insiden pelemparan berasal. Selain mendapat skorsing stadion, Boca juga dikenai hukuman denda sebesar 30 ribu US dollar.
Insiden pelemparan es batu terjadi ketika Boca menjamu tim Brasil, Cruzeiro, di laga 16 Besar Piala Libertadores hari Rabu pekan lalu (30/4). Seorang hakim garis asal Uruguay, Pablo Fandino, menderita luka di kepala akibat lemparan tersebut yang kemudian memaksa wasit Jorge Larrionda menghentikan pertandingan lebih dini.
"Stadion Alberto J. Armando (nama lain Bombonera - Red.) dilarang menyelenggarakan segala pertandingan yang diorganisir oleh CSF. Skorsing akan berakhir jika faktor keamanan untuk para pemain dan wasit, terutama di sekitar tribun VIP, selesai ditingkatkan," ucap CSF dalam situs resminya.
"Stadion juga baru bisa digunakan kembali jika sudah menjalani pemeriksaan oleh CSF dan atas permintaan direksi Boca Juniors."
Boca, yang memenangi first leg itu dengan skor 2-1, sudah berjanji untuk menemukan pelaku pelemparan tersebut. Klub elite Buenos Aires itu juga terkejut tak percaya karena pelemparan berasal dari tribun dengan harga tiket termahal di Bombonera.
Adapun kemenangan 2-1 untuk Boca tetap disahkan oleh CSF. Namun Cruzeiro, yang akan menjadi tuan rumah second leg di Belo Horizonte besok, mengklaim harusnya mereka mendapat hadiah kemenangan 3-0 sebab pertandingan tidak selesai sesuai waktu normal.
Bagi Boca, hukuman dari CSF ini bukan yang pertama. Tiga tahun lalu, mereka dilarang menjamu lawan di Bombonera sebanyak tiga kali. Hukuman yang dinilai banyak pihak terlalu lemah itu menyusul keributan suporter ketika menjamu Guadalajara yang memaksa pertandingan dihentikan di menit ke-79. (Hdn/Reuters)
|