Tertinggal lebih dulu, tuan rumah Catania sukses menekuk juara bertahan Serie A Inter Milan dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion Angelo Massimino, Jumat (12/3).
Bagi Catania, ini adalah kemenangan pertama tim Sicilia itu atas Inter dalam 44 tahun di segala level pertemuan. Selain itu, Catania pun menjauhi zona degradasi dengan jarak delapan poin meski tetap di urutan ke-15.
Sedangkan bagi Inter, kekalahan ini membuat keunggulan empat poin dari AC Milan di puncak klasemen terancam terpangkas bila rival sekotanya itu bisa unggul atas Chievo Verona di San Siro pada hari Minggu.
Secara keseluruhan, penampilan Inter kurang meyakinkan. Absennya pelatih Jose Mourinho di pinggir lapangan akibat skorsing menjadi salah satu penyebab. Penampilan La Beneamata sedikit membaik setelah Mourinho memasukkan gelandang sayap Ricardo Quaresma di awal babak kedua.
Seimbangnya serangan Inter antara sisi kanan dan kiri membuat pertahanan Catania kerap terancam. Dan memasuki menit ke-54, gawang Mariano Andujar tergetar ketika kerjasama Wesley Sneijder dengan Samuel Eto'o menghasilkan bola matang bagi Diego Milito yang langsung menceploskan bola.
Catania sendiri mencoba membalas, namun kerap gagal. Serangan yang mengandalkan Maxi Lopez sering terlambat mendapat dukungan. Kendati demikian, skuad yang ditangani oleh bekas pemain dan asisten pelatih Inter Sinisa Mihajlovic itu bisa mengemas gol balasan 1-1.
Pada menit ke-74, kombinasi pilar Argentina membuat gawang Julio Cesar kebobolan. Kerjasama Mariano Izco dan Pablo Alvarez diselesaikan optimal oleh Lopez.
Hasil 1-1 membuat Inter panik dan Mourinho memasukkan Sulley Muntari pada menit ke-79. Tapi "bencana" dimulai dari gelandang Ghana itu. Baru semenit berada di lapangan, Muntari menerima kartu kuning lantaran menekel lawan dari belakang.
Dan 25 detik kemudian, Muntari harus rela diusir wasit karena menuai kartu kuning kedua akibat menahan bola di area terlarang. Inter pun harus rela bermain dengan 10 orang dan mendapat hukuman penalti.
Hadiah tendangan 12 pas dimaksimalkan oleh striker asal Uruguay, Jorge Martinez, sebelum Giuseppe Mascara memastikan kemenangan 3-1 dengan golnya di menit pamungkas. Untuk Inter, hasil ini bukan persiapan yang bagus untuk bertandang ke Stamford Bridge guna menantang Chelsea dalam leg kedua Liga Champions hari Selasa. (Hdn)
milanisti sampai mati.., Sabtu, 13 Maret 2010, Reply
inilah jawaban dari tersingkirnya milan di liga champions...
lupakan hasil chmpions kmarin,,sekarang milan fokuslah di serie A..pasti bisa scudeto...
forza milan...
ha..ha..ha..
bukan wasit kan yang bikin inter kalah...?
tapi kualitas yang bicara...
Catania emang top.
Chullank INTER SEKALI, Sabtu, 13 Maret 2010, Reply
INGAT BOS, UDAH LIAT PERTANDINGANNYA ATAU BELUM, INTER SELALU DI BERI HADIAH BUKAN HADIAH PINALTI TAPI INTER SELALU MENDAPATKAN HADIAH KARTU MERAH, TAU KENAPA INTER KALAH, KARNA KARTU MERAH
ITU MEMANG MUNTARI NYA YANG GA BISA MAIN BOLA.JELAS BGD ITU PENALTI.INTER CUMA MENANG WASIT STLH MULAI ADA SKANDALNA INTER MULAI GOYAH.SOALNA INTER DA GA BISA SOGOK WASIT LG.KLIATAN SKRG TIM MANA YG GA PUNYA KUALITAS