Cruzeiro memastikan langkah ke final Piala Libertadores setelah melewati hadangan sesama tim Brasil, Gremio, di semifinal meski hanya bermain imbang 2-2 pada hari Jumat WIB (3/7). Hasil di leg kedua itu membuat Cruzeiro unggul agregat 5-3 karena pada pertemuan pertama di kandang sendiri berhasil menang 3-1.
Di final yang juga menggunakan sistem dua leg pekan depan, skuad Adilson Batista akan menghadapi Estudiantes yang juga sempat berada dalam satu grup di babak sebelumnya. Kala itu, Cruzeiro menang 3-0 di kandang sendiri dan kalah 0-4 di kandang lawannya dari Argentina tersebut.
"Kami harus bekerja keras karena melawan tim Argentina di final tak pernah mudah. Kami harus mempersiapkan diri demi gelar juara," ujar pemain terbaik hari ini, Kleber, kepada Fox Sports.
"Estudiantes akan menjadi musuh berat karena mereka punya pemain yang secara taktik bisa menyulitkan anda, yakni Juan Sebastian Veron," tukas Batista.
Adapun selain Kleber, bintang permainan Cruzeiro hari ini adalah striker Wellington yang mencetak seluruh gol. Tampil di kandang lawan, Cruzeiro sempat ditekan sedemikian hebat oleh Gremio.
Namun seperti halnya di leg pertama, duet penyerang Gremio asal Argentina, Maxi Lopez dan German Herrera, kerap membuang peluang mencetak gol. Sebaliknya, Cruzeiro begitu tajam saat melakukan serangan balik.
Pada menit ke-35, serangan balik Cruzeiro menghasilkan gol ketika umpan silang Kleber dimaksimalkan Wellington dengan tendangan voli.
Kurang dari dua menit kemudian, Wellington benar-benar membungkam publik Stadion Olimpico di kota Porto Alegre setelah menanduk bola silang Jonathan untuk kedudukan 2-0.
Akibatnya, kans Gremio untuk lolos makin sulit karena harus mencetak lima gol. Mereka mampu mencetak dua gol di babak kedua melalui sundulan Rever dan tembakan Souza sehingga memunculkan harapan.
Tetapi ketika sedang asyik menyerang, Gremio justru harus kehilangan seorang pemain ketika Adilson mendapat kartu merah usai melanggar Kleber. Akibatnya, skor imbang 2-2 pun tak berubah hingga laga berakhir.
Cruzeiro akan memainkan final leg pertama di La Plata dan Batista mengaku tak khawatir meski Argentina sedang diserang virus H1N1 yang sudah menewaskan 43 orang.
"Kami akan berkunjung dan main di sana dengan tenang. Jika perlu, kami akan bermain dengan mengenakan masker," tukas Batista sedikit berkelakar. (Hdn/Reuters)
|