Bagaikan berbeda nasib dengan rekan kepelatihannya Sir Alex Ferguson di Manchester United, Sven-Goran Eriksson justru menelan pil pahit pada akhir pekan kemarin dan pelatih Manchester City itu siap angkat kaki dai klub tersebut pada akhir musim nanti usai kekalahan tragis 8-1 dari Middlesbrough.
Mantan pelatih timnas Inggris itu mengakui kalau kekalahan timnya itu mutlak kesalahannya, karena hasil terburuk itu merupakan yang pertama kalinya sejak September 1950.
Masa depan Eriksson di City mengundang kecaman dari beberapa pencinta klub tersebut termasuk dari presiden klub Thaksin Shinawatra.
Kendati beberapa kabar tersebut menjadikan masa depannya tak menentu, ahli strategi berkebangsaan Swedia itu mengindikasikan kalau ia masih ingin meneruskan jabatannya tersebut di musim mendatang.
Namun kini kekalahan demi kekalahan yang membuat tim asuhannya itu terperosok ke papan tengah membuat Eriksson kini siap angkat kaki dari rival satu kota United tersebut.
"Tidak ada maaf. Setelah kami takluk 3-0 di menit-menit awal sepertinya anak-anak asuhan saya tidak mengenal satu dengan lainnya," keluh Eriksson. "Hasil ini sangat buruk bagi setiap orang - pandangan dan pendukung kami tentu sangat tidak puas.
"Kami serahkan kepada anda segenap perkataan atau gambaran buruk apa saja terhadap penampilan kami dan mungkin saya juga sependapat."