FC Porto untuk ketiga kalinya secara beruntun berhasil menjuarai Liga Portugal setelah di hari Sabtu (5/4) mencukur Estrela Amadora 6-0 di depan publiknya sendiri. Hasil ini membuat nilai Porto di puncak klasemen tak mungkin dikejar oleh saingan terdekatnya, Vitoria Guamaraes. Sebelumnya di hari Jumat, Guamaraes hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Pacos Ferreira sehingga mengumpulkan nilai 45 di posisi kedua. Dengan menyisakan lima partai lagi, Guamaraes tak mungkin mengejar Porto yang memiliki nilai 63.
Bahkan Benfica, yang duduk ditempat ketiga dengan nilai 44, dan akan bertanding dengan Boavista di hari Minggu, juga tak mungkin menyamai poin Porto meski punya sisa satu pertandingan lebih banyak.
Disaksikan oleh lebih dari 45.000 pendukungnya di Stadion Dragao, Porto sudah memulai pesta gol pada menit kesembilan melalui gol Lucho Gonzalez usai menerima umpan silang Lisandro Lopez.
Dua menit kemudian, Porto melaju dengan gol kedua melalui gelandang Tarik Sektioui yang memanfaatkan blunder pemain belakang Amadora saat mengantisipasi umpan silang Ricardo Quaresma.
Seusai turun minum, gelombang serangan Porto belum selesai. Di menit ke-65, Quaresma memastikan skor 3-0 sebelum Mauricio mencetak gol bunuh diri untuk kedudukan 4-0 bagi Porto semenit berselang.
Di 15 menit pamungkas, pemain belakang Bruno Alves ikut berpesta gol di gawang Amadora sebelum ditutup oleh Lisandro Lopez. Enam gol tanpa balas ke gawang Amadora ini juga menjadi kemenangan terbesar Porto di musim ini.
Terancam Degradasi
Kendati juara, Porto masih harus menunggu keputusan Komisi Disiplin Liga Portugal yang tengah menyelidiki dugaan suap terhadap tim kota pelabuhan itu.
Pesta juara mereka juga dibayangi oleh kemungkinan pengurangan angka sebanyak enam poin jika terbukti bersalah dalam pengaturan skor di pemeriksaan awal. Dan hukuman yang paling berat adalah degradasi ke divisi dua.
Melalui situs resminya, Porto membenarkan adanya tuduhan soal pengaturan skor setelah dianggap menyuap wasit dalam dua pertandingan di musim 2003-04.
Saat itu, Porto masih ditangani oleh Jose Mourinho. Dua pertandingan yang dimaksud tersebut berakhir dengan kemenangan dan imbang dalam rangka menjuarai kompetisi. Kendati demikian, nama eks pelatih Chelsea itu tak disebut terlibat dalam dugaan suap.
Porto sendiri akan mengajukan banding terhadap pengadilan setempat pada musim depan. Tetapi gelar juara Porto pada musim 2003-04 itu tidak dicabut oleh Federasi Sepakbola Portugal meski keputusan sudah diratifikasi. (Hdn/Reuters/AFP)
|