Proposal penggunaan teknologi untuk mengurangi kontroversi sebuah gol akhirnya resmi ditolak FIFA seusai sidang tahunan Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB).
FIFA mendapat desakan dari banyak pihak agar menggunakan teknologi di garis gawang guna meminimalisir kesalahan dan kontroversi putusan wasit yang bisa merugikan sebuah tim.
Salah satu pendukung gagasan memberi contoh bagaimana proses gol penentu Prancis untuk lolos ke Piala Dunia justru diawali oleh handball Theirry Henry.
Itu sebabnya FIFA membawa proposal itu ke IFAB yang memang berwenang pada peraturan tehnik dan hukum permainan sepakbola.
"Keputusannya adalah tidak mendukung penggunaan teknologi. Jadi, peluang menuju penggunaan teknologi dalam sepakbola sudah tertutup," ungkap sekretaris jendral FIFA, Jerome Valcke, selepas mengikuti sidang di Zurich, Swiss, pada hari Sabtu (6/3).
IFAB sendiri mengambil keputusan itu berdasarkan dua presentasi berbeda, yaitu Cairos yang menggunakan bola bermuatan mikro chip dan kamera Hawkeye yang biasa digunakan di cabang olahraga tenis dan kriket untuk mengetahui detil titik jatuh bola.
"Sejak dua tahun lalu, gagasan tersebut dibekukan dan keputusan yang dibuat hari ini adalah untuk menghentikannya," pungkas Valcke. (Hdn/Reuters)
Bookmark berita ini (Ctrl+D):
0 KOMENTAR BERITA
"FIFA Tolak Teknologi Garis Gawang"
Komentar Berita masih kosong.
KIRIM KOMENTAR *Isikan kotak isian dengan lengkap.