Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson berharap mantan asistennya ketika di Aberdeen Archie Knox yang saat ini berada di Bolton Wanderers akan mempersulit Chelsea dalam perburan gelar juara Liga Premier musim ini.
Persaingan menuju gelar juara Liga Premier musim ini memang sangat ketat karena hingga menyisakan satu laga lagi belum diketahui siapa yang akan menjadi juara.
MU saat ini masih memuncaki klasemen Liga Premier dengan nilai 84, namun mereka hanya dibedakan oleh selisih gol saja dari peringkat dua Chelsea.
Karenanya MU harus menang melawan Wigan Athletic pada pekan terakhir Liga Premier bila ingin mempertahankan gelar juara. Sedangkan Chelsea selain dituntut harus menang atas Bolton mereka juga berharap MU tergelincir.
Pada pekan ini di Inggris ramai beredar pemberitaan yang mengatakan MU lebih diuntungkan karena pelatih Wigan adalah mantan kapten mereka Steve Bruce dan selain itu The Latics juga sudah tidak memiliki kepentingan apapun karena sudah lolos dari jeratan degradasi.
Namun Ferguson membantah bila mereka akan mendapat kemudahan saat bertemu Wigan dan justru mempertanyakan mengapa hal tersebut tidak dialami Chelsea, padahal Bolton juga sudah selamat dari jeratan degradasi dan tidak memiliki kepentingan lagi.
Meski demikian Ferguson percaya bila Knox yang pernah bersamanya ketika di Aberdeen akan memberikan kesulitan bagi pemain Chelsea. Knocx sendiri saat ini merupakan asisten Gary Megson.
"Saya bekerja bersama Archie Knox selama beberapa tahun di Aberdeen dan MU dan saya berharap ia bermain sebenarnya karena ia tidak akan senang memiliki pemain yang sudah berpesta dan Megson tidak akan menikmati mendengar pemainnya yang sudah berpesta ketika menghadapi pertandingan penting di liga," ujar Ferguson.
"Tetapi saya yakin kedua pria itu akan membuat tim mereka mengalahkan Chelsea. Yang saya perhatikan, kami akan pergi ke Wigan dan bukan masalah apa yang pemain Wigan atau Chelsea katakan. Itu bukan masalah."
"Publik mempertanyakan integritas Wigan dan tidak ada seorang pun mempertanyakan atau menyinggung Bolton. Ini menarik, perbedaan sikap karena anda mendapati pemain Wigan mengatakan mereka ingin mengalahkan MU dan saya tidak masalah dengan itu, kami tim besar," pungkas Ferguson.
"Ketika anda mendengar pemain Bolton berpesta selama sepekan itu mengherankan saya. Kedua tim sudah aman, keduanya santai, keduanya menikmati tetapi satunya berpesta dan lainnya merangsang untuk bermain melawan MU," tutur Ferguson lagi.