Pelatih Chelsea Avram Grant mengaku bangga dengan keberhasilan tim asuhannya melaju ke final Liga Champions untuk kali pertama sepanjang sejarah klub.
Selain itu Grant juga mengaku hari Rabu (30/4) menjadi hari paling emosional sepanjang hidupnya karena kesuksesan membawa Chelsea melaju ke final Liga Champions bertepatan dengan hari Holocaust.
"Ini bukanlah hari yang mudah bagi saya. Saya bangga dengan apa yang kami raih hari ini. Ini merupkan hari yang emosional. Hari ini hari Holocaust saya menghormati kakek saya yang tewas," ujar Grant.
Grant mulai menukangi Chelsea pada akhir tahun lalu menggantikan posisi Jose Mourinho. Pada awal kepemimpinannya banyak pihak yang meragukan kemampuan Grant untuk memoles Chelsea.
Namun menjelang akhir musim, Grant menjawab segala macam kritikan tersebut dengan membawa Chelsea ke final Liga Champions untuk kali pertama, sesuatu yang selama ini gagal dilakukan Mourinho sekalipun.
Chelsea sukses melaju ke final setelah di leg kedua semifinal menang 3-2 atas Liverpool melalui perpanjangan waktu sehingga secara agregat mereka unggul 4-3.
Keberhasilan itu sekaligus memupus trauma karena dalam tiga musim terakhir Chelsea dua kali disingkirkan Liverpool di babak semifinal.
Meski telah membawa timnya ke final, Grant enggan dibandingkan dengan Mourinho dan mengaku hanya ada satu Spesial One.
"Cuma ada satu Spesial One. Tetapi saya sangat-sangat senang, tentunya. Setiap kali membuat sejarah itu merupakan hal spesial di Inggris, terutama di Chelsea. Terlebih setelah apa yang kami raih tahun ini dan terutama melawan Liverpool," papar Grant.
Grant juga tidak lupa memberikan pujian kepada gelandang Frank Lampard yang menyumbang satu gol meski tengah dilanda kesedihan akibat kematian ibunya.
"Ia orang yang gagah. Lampard sangat dekat dengan ibunya. Ini merupakan keputusannya untuk kembali bermain," tukas Grant.
(Tho/AFP)