Gelandang Australia, Vince Grella, mengecam Piala Asia yang tidak memiliki fair play, terutama dari para lawan mereka, termasuk kinerja wasit yang dinilainya memalukan. Kebetulan Grella mengakhiri Piala Asia 2007 dengan kartu merah saat timnya disingkirkan Jepang di perempat final melalui babak penalti. Dia menyebut banyak orang tidak menghargai keberadaan Australia di Piala Asia pertamanya.
Bahkan Grella merasa sedikit kesal dengan reaksi penyerang Jepang, Naohiro Takahara, seusai perebutan bola di menit ke-76 sehingga wasit memberi kartu merah kepada Grella.
"Kami menghormati semua lawan, tapi mereka tidak melakukannya kepada kami. Setiap kami memegang bola, lawan pura-pura kesakitan di lapangan. Intinya, mereka benar-benar bersikap buruk kepada kami," ujar Grella kepada surat kabar Sydney Sun Herald.
"Saya sudah camkan nama-nama seperti Oman, Irak, Thailand dan Jepang. Jadi kami akan membalasnya ketika bertemu kembali. Saat Irak mencetak gol (dalam kemenangan mengejutkan 3-1), mereka melompat-lompat seperti kanguru dan ketika Oman merayakan gol di depan suporter kami. Jepang menyebut kami sebagai kumpulan pegulat sebelum pertandingan," kecamnya.
Jika Grella memberi kecaman, presiden AFC, Mohamed bin Hammam, justru kecewa dengan buruknya penampilan The Socceroos. Padahal Hammam berharap Australia bisa melaju setidaknya hingga semifinal, mengingat materi pemainnya yang rata-rata berasal dari Liga Premier Inggris.
"Australia sangat mengecewakan. Namun mereka salah memberi standar terhadap Piala Asia yang ternyata tidak serendah dibayangkan," katanya. (Hdn/AFP/Reuters)
|