Hat-trick penyerang Gonzalo Higuain membawa Real Madrid kembali memuncaki klasemen La Liga setelah melumat tuan rumah Real Valladolid 4-1 di Stadion Jose Zorila, Minggu (14/3).
Donasi tiga angka ini membuat Madrid mengumpulkan 65 angka dan cuma unggul selisih gol saja dari Barcelona yang membuntuti di posisi dua. Adapun Valladolid terpuruk di posisi 19.
Hasil ini juga menjadi pengobat kekecewaan pasukan Manuel Pellegrini ini yang baru saja tersingkir dari arena Liga Champions.
Valladolid di luar dugaan mampu mengimbangi permainan Madrid dengan bermain terbuka. Beberapa kali serangan yang digalang Medunjanin memaksa lini belakang Madrid bekerja keras.
Memasuki pertengahan babak pertama Madrid mulai dapat mengendalikan jalannya pertandingan. Di menit ke-24, Sergio Ramos seharusnya mampu membawa Madrid memimpin bila saja Justo Villar tidak tampil gemilang guna melakukan dua penyelamatan beruntun.
Empat menit kemudian, Madrid akhirnya mampu membuka keunggulannya lewat tendangan bebas Cristiano Ronaldo yang sempat membentur pagar hidup Valladolid sehingga menipu Villar.
Valladolid nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-39 bila kiper Madrid Iker Casillas tidak tampil prima guna mematahkan tendangan bebas Pele.
Satu menit sebelum jeda, Madrid menggandakan keunggulannya yang lagi-lagi berawal dari set-piece bola mati. Kali ini umpan tendangan bebas Rafael Van der Vaart dituntaskan oleh Gonzalo Higuain.
Madrid semakin di atas angin ketika Higuain mencetak gol keduanya tujuh menit setelah turun minum usai meneruskan umpan sundulan Ronaldo.
Valladolid masih belum menyerah. Lima menit kemudian, Valladolid mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri Raul Albiol yang secara tidak sengaja menyentuh bola tepisan Casillas.
Tapi Madrid tak memberi ampun. Di menit ke-65 Madrid kembali menjauh berkat hat-trick Higuain yang menyambar bola muntah tendangan Ronaldo yang ditepis Villar.
Meski pada sisa pertandingan Madrid mampu melahirkan serangkaian peluang emas, tidak ada gol tambahan lagi yang mampu dihasilkan Los Blancos.
(Tho)
gue bingung nich...laliga menganut perhitungan head to head selama ini,...bahkan kompetisi laliga periode 2007-2008 madrid jadi juara laliga berkat menang head to head dengan barca...bukan di tentukan selisih gol. tapi sekarang kok menggunakan sistem selisih gol...?. sejak kapan ya diberlakukan-nya selisih gol...?. apa mulai periode sekarang ya...?
ah cuma isapan jempol aja, jangn mimpi mo megang trofi juara, bener thu kata coy head to head nya kalh ma barc ku, jdi jangan mimpi ya.......... prikitiueee
KIRIM KOMENTAR *Isikan kotak isian dengan lengkap.