Diwarnai hattrick Chairul Saleh Ohorella, Electric PLN V-Sport berhasil mempertahankan gelar mereka setelah di final Indonesian Futsal League (IFL) 2009 menaklukkan Biangbola FC dengan skor 4-2, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (19/8).
Kesuksesan ini membuat Electric PLN meraih gelar juara dua kali berturut-turut setelah di tahun 2008 juga menang atas Biangbola dengan skor 2-1. Selain itu, terpilihnya Topas Pamungkas dan Ade Lesmana menjadi pemain dan kiper terbaik, semakin menyempurnakan gelar mereka.
Pada pertandingan final kali ini, Biangbola tak diperkuat Leonard Tupamahu yang telat datang karena ada pertemuan dengan pengurus Persija Jakarta di Monas terkait perpanjangan kontraknya dengan klub ibukota itu.
Di babak pertama, permainan kedua tim sangat ketat dan berimbang sehingga di sepuluh menit pertama tak ada peluang cukup berarti. Electric PLN memperoleh kesempatan mencetak gol melalui Chairul di menit ke-11 namun dapat digagalkan kiper Biangbola, Ahmad Surya.
Tak mau ketinggalan, giliran Biangbola memiliki peluang melalui Vincent Valent di menit ke-12 namun masih ditangkap dengan baik kiper Electric PLN, Ade Lesmana. Satu menit kemudian giliran kapten Biangbola, Benny Hera, melakukan usahanya menjebol gawang, namun tendangannya masih melambung.
Pada menit ke-16, pemain Electric PLN, Sumianto melakukan handsball, namun wasit I, Anang Suryana tak menggubrisnya. Tak berselang lama, Ragil Handoyo nyaris mengoyak jala Ade jika saja kiper berperawakan besar itu tak menepisnya dengan baik. Skor kacamata bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, permainan kedua tim lebih terbuka. Electric PLN akhirnya unggul lebih dulu di menit ke-25 melalui Chairul usai mencuri bola hasil tangkapan Surya yang terlepas karena kurangnya komunikasi dengan Valent.
Dia menit ke-34, Biangbola akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui Gustian setelah kerjasama segitiga antara Julinur Hafiz dan Ragil diteruskan dengan tendangan setengah voli Gustian.
Sayang, kelengahan pemain Biangbola dalam menjaga pergerakan pemain di menit ke-36 berakibat fatal. Berawal dari umpan lambung terukur Irwan Buang dari lini tengah, sebuah tendangan voli Topas Pamungkas sambil memutar badan, membuat Surya terkecoh, 2-1 Electric PLN unggul.
Selang tiga menit kemudian, giliran umpan terobosan kapten Electric PLN, Amril Daulay, dimaksimalkan Choirul menjadi gol dan memperbesar keunggulan menjadi 3-1. Biangbola tak mau mengalah begitu saja. Sebuah tendangan keras menyusur Ragil tak mampu dibendung Ade selang beberapa detik dari gol Choirul.
Pada akhirnya, Choirul mencetak hat-trick saat pertandingan tersisa 51 detik. Berawal dari sebuah counter attack, umpan Sumianto berhasil dimanfaatkan pemain bernomor punggung 4 itu dan menjadi gol terakhir di pertandingan ini.
Menanggapi kesuksesan ini, pelatih Electric PLN, Andri Irawan, mengakui kunci keberhasilan mereka terletak pada kesabaran tinggi anak asuhnya. Selain itu, Andri pun telah mempelajari permainan Biangbola saat mereka kalah 1-3 di Serie IV yang dimainkan di Yogyakarta.
"Pertandingan tadi luar biasa. Siapa lebih sabar dan bisa memanfaatkan peluang, maka tim itu yang akan menang. Bukannya tim saya lebih hebat, tapi kali ini kami yang lebih baik,'' katanya.
"Bagi kami, mempertahankan gelar lebih sulit. Untuk itu kali ini kami dua kali bekerja lebih ekstra mempersiapkannya dibanding tahun lalu,'' tambahnya.
Sementara itu pelatih Biangbola, Bonzu Hasibuan, menanggapi kekalahan ini dengan lapang dada. Ia pun mengakui jika tendangan-tendangan chop pemain Electric PLN sangat baik.
"Seharusnya saya mengganti Surya dengan kiper kedua kami, Heryanto, saat dua gol itu karena tendangan chop mereka sangat bagus,'' katanya.
Sedangkan Benny mengakui jika timnya hanya kalah beruntung saja. Selain itu, pola defense Electric PLN sangat bagus sehingga membuat rekan-rekannya kesulitan menembusnya.
"Kami kurang beruntung meski sudah main sepenuh hati. Yang terpenting, kami tak memainkan futsal negatif tapi justru mempermainkan pola offensif yang baik,'' katanya.
Dengan kemenangan ini, Electric PLN berhak atas uang tunai sebesar Rp. 60 juta plus piala bertahan dan piala bergilir. Sedangkan Biangbola, harus puas dengan hadiah uang sebesar Rp. 30 juta plus piala sebagai runner up.
REKAPITULASI IFL 2009:
Juara: Electric PLN V-Sport
Hadiah: Uang Rp. 60 juta plus Piala Tetap dan Bergilir
Runner up: Biangbola FC
Hadiah: Rp. 30 juta plus Piala
Peringkat Ketiga: Mutiara Hitam
Hadiah: Rp. 15 juta plus Piala
Peringkat Keempat: Pelindo II
Hadiah: Rp. 10 juta plus Piala
Pemain Terbaik: Topas Pamungkas
Hadiah: Piala plus merchandise dari sponsor Panasonic berupa Kamera Digital
Kiper Terbaik: Ade Lesmana
Hadiah: Piala plus merchandise dari sponsor Panasonic berupa Kamera Digital
Top Scorer: Boi Boas (30 gol)
Hadiah: Sepatu Emas plus merchandise dari sponsor Panasonic berupa Kamera Digital
(Edp)
Bookmark berita ini (Ctrl+D):
10 KOMENTAR BERITA
"Indonesian Futsal League 2009 Electric PLN Pertahankan Gelar"
PLN vs Biangbola emang partai final ideal, persis seperti yg sudah diduga sebelumnya. gw puas nonton langsung pertandingan tadi.. bravo futsal Indonesia
pertandingan kemaen kurang menarik.ga da skill2 futsal yang keluar.sama kayak maen di kampung2.jelas aja pemain2 kemaren juga masih maen di kampung juga.masih enakkan tahun kemarin lebih menarik untuk di tonton.dan harga tiket tidak sesuai dengan tontonan.mudah2n tahun besok lebih menarik.
babak kedua seru bro. tp betul tiket mahal banget. bfn ga pernah jual tiket mahal kayak gitu. paniitia sekarang cari makan dari futsal. kagak pantes jadee pengurus. ngaca lu pada, kalo mo cari makan dr futsal jangan jadee pengurus, jadee eo aja.. wakakakakak...
@manezt; seru kali, bro. soale yg menang PLN. Kan ada adek temen gw, Hijrah yg maen disitu. Biarpun g masuk line up karena cedera, tp mayanlah buat pemaen yg baru masuk ke liga pro bisa megang gelar di musim pertama. subjektif aja ini mah..
soal harga tiket sih no prob buat gw, soale gw dibayarin temen.. :D
Sukses buat E.PLN.....
Tapi tahun depan pasti piala singgah di BiangBola.....
Kenapa Pelindo kalah?!
MH mang tim yang entertaint bngd....
YohanesLovers..