Para pemain dan manajer asing akan menjalani tes sebelum mereka diijinkan untuk menampilkan kemampuan mereka di Inggris berdasarkan peraturan baru keimigrasian. Ujian ini dikhususkan bagi para bintang sepakbola diluar Uni Eropa, yang akan diklasifikasikan sebagai pekerja ber-skill.
Mereka akan diharuskan untuk menunjukkan kalau mereka memiliki pengetahuan dasar mengenai Inggris sebelum mereka mendapatkan visa kerja selama tiga tahun. Akan tetapi, istri atau pasangan mereka tidak diharuskan untuk melewati uji bahasa.
Liam Byrne, Menteri Imigrasi Inggris, mengatakan bahwa pemerintah telah berpikir panjang tentang pengecualian bintang-bintang Amerika Selatan dan Afrika terhadap peraturan. Namun hal itu akan menjadi "Non British".
Banyak sekali pemain non Uni Eropa yang didatangka ke Liga Premier. Carlos Tevez, asal Argentina, saat ini memperkuat Manchester United, sebelumnya mengatakan sempat kesulitan dengan bahasa ketika bergabung dengan West Ham United. Pemain Brasil Afonso Alves, yang diboyong Middlesbrough, dan Elano, Manchester City, juga diketahui kurang lancar berbahasa Inggris.
City dikabarkan mengincar Luiz Felipe Scolari guna menggantikan Sven Goran Eriksson sehingga Scolari diharuskan menjalani tes tersebut mengingat dirinya berasal dari Brasil.
Sementara itu, pemerintah bertindak untuk menjawab kekhawatiran bahwa peraturan baru dapat berimbas kepada musisi dan aktor asing yang berkunjung ke Inggris. Mereka akan dipermasalahkan dengan visa singkat guna meliputi periode kunjungan mereka.
Pembatasan terhadap para pekerja ber-skill, termasuk guru, perawat dan insinyur, merupakan bagian dari sistem dasar imigrasi pemerintah Inggris. Mereka mengikuti aturan baru yang sebelumnya diperkenalkan bagi pekerja 'high skill' semacam ahli bedah, spesialis komputer dan wiraswasta.
Seperti ujian bahasa Inggris lainnya, perusahaan diharuskan menunjukkan bahwa mereka tidak dapat menemukan pekerja Inggris guna mengisi posisi yang diiklankan didalam JobCentres. Mereka juga diharuskan untuk menunjukkan kalau tenaga kerja mereka lolos dan akan mendapatkan lebih dari 24.000 poundsterling per tahun.
Departemen Dalam Negeri mengatakan 12 persen imigran non Eropa yang tiba tahun lalu dibawah ijin kerja lama akan ditolak, sekitar 8.000 individu.
"Sistem baru kami mengartikan para pencari kerja Inggris akan mendapatkan prioritas utama dan hanya imigran ber-skill yang kami benar-benar butuhkan," ujar Byrne.
Namun David Frost, Direktur Umum Badan Dagang Inggris, memperingatkan bahwa persaingan bagi talenta global mengartikan Inggris tidak harus menutup batasan kami terhadap mereka yang dapat membantu perkembangan ekonomi Inggris.
[Rif/The Independent]
|