Keberhasilan AS Roma
menjuarai Coppa Italia tidak membuat isu penjualan saham menurun.
Sebaliknya, kesuksesan itu justru membuat Keluarga Sensi tak ragu
melepas kepemilikannya. Roma memastikan hat-trick juara
Coppa Italia usai menundukkan Inter Milan, yang mengalahkan mereka
dalam perburuan gelar juara Serie A, 2-1 kemarin (24/5). Tapi prestasi
itu justru membuat presiden Franco Sensi dan putrinya, Rosella, yang
menjabat ketua eksekutif semakin yakin untuk menjual sahamnya.
"Ini kemenangan untuk presiden. Sekaranglah waktunya berpesta," ujar
Rosella kepada RAI TV
sewaktu ditanyakan kemungkinan penjualan saham klub.
Menurut berbagai media massa Italia, Rosella adalah anggota keluarga
Sensi yang paling ngotot menjual kepemilikan di Roma. Salah satu pihak
yang paling gencar digosipkan bakal menjadi pemilik baru Roma adalah
raja bisnis keuangan asal Amerika Serikat, George Soros.
Perwakilan ahli investasi berusia 77 tahun dari Inner Circle Sports itu
sudah menjalin pembicaraan intensif dengan Italpetroli, pemegang saham
mayoritas Roma yang dikendalikan oleh Keluarga Sensi.
Kesepakatan mungkin sudah dijalin pada bulan lalu dengan harga saham
yang cukup tinggi. Tetapi sejumlah pengurus tetap membantah berbagai
pemberitaan. Namun kabar terbaru mengatakan, Roma mungkin akan dilepas
paling lambat pekan depan dengan harga 283 juta euro dan Rosella akan
tetap menduduki jabatan penting di klub itu.
Akan tetapi, Italpetroli kembali mengeluarkan bantahan terhadap
sinyalemen terbaru. "Tak ada proses penjualan dan pertemuan dengan
Inner Circle Sports."
Hal senada juga dikatakan oleh pelatih Roma, Luciano Spalletti, pasca
pertandingan melawan Inter. "Jika klub jadi dibeli Soros, maka saya
harus belajar bahasa Inggris lebih giat. Itu masalah saya," katanya. (Hdn/Reuters)
|