Pelatih Barcelona Frank Rijkaard menunjukkan perasaan emosi yang jarang diberikan dengan mengakui kalau dirinya kecewa dengan partai terakhirnya di Nou Camp yang berkesudahan dengan kekalahan.
Barcelona takluk 2-3 dari tamunya Real Mallorca dan menjadikan kekalahan ketiga dari empat laga terakhir bagi Los Azulgranas.
Kekalahan ini semakin menambah kemarahan fans yang terus mengejek para pemain dan mendesak prasiden klub Joan Laporta untuk mundur.
"Ini adalah malam yang sangat menyedihkan. Kami memperkirakan reaksi semacam ini, namun sebagai pelatih saya merasa sedih bahwa kami harus bermain dengan atmosfir seperti itu," tukasnya.
"Saya tidak mengharapkan untuk mengakhiri musim dengan begitu sulit. Hal ini tidak pernah mudah dan kami belum mampu mengubah kedinamisan tim. Sangat sulit untuk bermain ketika beberapa hal terjadi seperti itu," tambah Rijkaard.
Kekalahan ini terjadi tiga hari setelah klub mengumumkan bahwa Rijkaard akan digantikan oleh Pep Guardiola di akhir musim nanti.
Direktur olahraga klub Txiki Begiristain mengatakan reaksi fans adalah sebuah ukuran atas rasa hormat mereka terhadap Rijkaard yang membawa klub meraih gelar La Liga dua kali secara beruntun serta trofi Liga Champions di tiga musim pertamanya.