Penyerang Kroasia, Ivan Klasnic, siap meninggalkan Werder Bremen di akhir musim nanti setelah menolak penawaran kontrak baru yang diajukan manajemen klub.
Kemungkinan besar, Klasnic sudah terlanjur kecewa dengan tindakan malpraktik dua dokter tim terhadap perawatan cederanya. Klasnic dan pengacaranya menuntut kedua dokter yang dituduh melakukan cacat diagnosa terhadap ginjal Klasnic sehingga menjalani dua kali transplantasi organ penting itu.
Pernyataan Klasnic itu disampaikan melalui acara televisi nasional bulan lalu, bersama sang istri, Patricia. Menurut Patricia, kedua dokter tim tak pernah memberi tahu kondisi suaminya setelah menerima sebuah ginjal sumbangan dari ayahnya 14 bulan lalu. Adapun operasi transplantasi pertama untuk memasang ginjal dari sang ibunda gagal.
Klasnic pun mengaku hanya mengkritk kedua dokter tim dan bukan melawan klub. Dia menyebut dokter Goetz Dimanski dan ahli kardiolog Manju Guha melakukan "perawatan sia-sia" selama bertahun-tahun kepadanya di mana mereka gagal mengetahui adanya kegagalan fungsi ginjal. Klasnic kemudian meminta ganti rugi sebesar 2,3 juta dollar AS.
Bremen sendiri tetap menganggap Klasnic pemain penting. Manajemen tak mau ikut campur masalah pribadi pemain berusia 28 tahun itu dengan dokter tim sehingga tetap memberinya penawaran kontrak baru.
"Kami sudah meningkatkan penawaran kami sekali lagi, tapi sayang dia menolak perpanjangan kontrak. Semoga masih ada jalan lain karena Ivan adalah penyerang hebat yang sudah membuktikan kelasnya seusai operasi transplantasi ginjal," kata manajer umum Bremen, Klaus Allofs.
Klasnic, yang harus mengenakan pelindung dari bahan fiberglass setiap bermain, adalah satu dari sedikit atlet profesional yang kembali bermain setelah menjalani transplantasi organ tubuh. Sejak kembali pada bulan Nopember tahun lalu, dia sudah mencetak tujuh gol dalam 15 laga Bundesliga. (Hdn/AP)