Tim nasional U-19 Indonesia kembali meraih hasil mengecewakan. Kali ini pasukan Cesar Payovich dicukur Jepang tujuh gol tanpa balas pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (9/11).
Hasil ini membuat Jepang memuncaki klasemen Grup F dengan poin sempurna dari dua laga. Sedangkan Indonesia terpuruk di dasar klasemen dengan poin nol dan tanpa gol.
Jepang langsung tancap gas begitu pertandingan dimulai. Alhasil tim besutan Keiichiro Nuno ini sudah unggul dua gol saat laga baru berjalan 10 menit.
Pertandingan berlangsung empat menit, gawang Indonesia yang dikawal Beny Stya sudah jebol oleh tendangan bebas menawan penyerang Jepang Toshiyuki Takagi.
Indonesia mencoba membalas. Beberapa menit kemudian penetrasi Alan Marta hampir membuahkan gol penyeimbang, sayang tendangannya masih melebar.
Melalui serangan cepat, Jepang memperbesar keunggulannya di menit ke-10 ketika umpan silang Takagi dengan mudah ditanduk tandemnya Ryo Nagai yang berdiri bebas.
Selang tujuh menit kemudian, Indonesia hampir memperkecil kedudukan bila saja tendangan jarak jauh Yandi Sofyan Munawar tidak ditepis kiper Hayato Nakamura.
Beberapa menit berselang, giliran Fery Firmansyah yang mengancam lewat tendangan tendangan bebas jarak jauhnya, tapi Nakamura kembali dapat menepisnya.
Empat menit sebelum turun minum, Jepang menambah keunggulannya. Berawal dari serangan balik, Masaru Kato dengan dingin memperdaya Beni dengan tendangan lob.
Jepang tak mengendurkan frekuensi serangannya setelah turun minum. Tujuh menit setelah rehat, Takagi mencetak gol keduanya melalui tendangan jarak jauh.
Dua menit kemudian, pemain bertahan Shohei Takahaski ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah menanduk sebuah umpan tendangan bebas.
Takagi melengkapi aksi menawannya dengan mencetak hat-trick selang dua menit setelah gol Takahaski ketika tendangannya dari sudut sempit memperdaya Beny.
Unggul enam gol belum membuat Jepang puas, sebiji gol lagi mampu disarangkan ke gawang Beny tepatnya di menit ke-72 lewat tandukan akurat Nagai. Skor 7-0 ini bertahan sampai bubaran.
(Tho)
Bookmark berita ini (Ctrl+D):
16 KOMENTAR BERITA
"Kualifikasi Piala Asia U-19 Jepang Permak Indonesia"
Tim junior kita salah asuh.! Masa pemain Jepang begitu leluasa mengirim bola ke mulut gawang kita dari daerah 16..?? Ingat doktrin lama: orang boleh lewat, tapi bola jangan...!!!! Kok lawan menggiring bola cuma diliatin aja, nggak berani tackling...????
Gak usah ke uruguay. Buat aja lapangan yg bagus,tempat latihan yang nyaman,tempat kebugaran yang memadai,lambat laun pasti akan berprestasi.sukanya yang instan sih!
mas Anwar..
Menurut saya justru para atlet Indonesia itu cenderung "overtrained"..liat tuh fisik pemain bola Indonesia sampe kurus kering karena latihan berlebih...sekedar gambaran nih..rata2 pemain sepakbola Jerman cukup berlatih 1 kali/hari dengan durasi latihan tdk lebih dari 2 jam..hasilnya mereka juara dunia berkali-kali...
Yg terpenting adalah asupan makanannya, jgn makan nasi goreng mulu..he..he
buang2 duit aja sudah latihan jauh2 ke Uruguay hasilnya cuma jadi pecundang besar... sama singapura yang notabene pemainnya minim pengalaman internasional aja bisa kalah, sudah gitu di kalah di kandang lagi..... PAYAH....
indonesia tendangan baru melenceng aja dah di bilang bagus,,, pdahal jarak nya nya masih melebar gawang ,,, tapi bngga nya minta ampun
indonesia emang harus banyak latihan di kandang sendiri,,,,
yang penting lapangan nya harus terjamin kualitas nya,,,
masalahnya tuh gini. proyek ke uruguay.dikirim satu tim.latihan sama2.yah perkembangannya gitu2 aja,gk ada persaingan.
klo mw tuh,.kirim aja beberapa pemain,posisi berbeda.
kirim tuh latihan di klub berbeda jg.hasilnya akan lbih keliatan.krena mereka akan bersaing dgn pemain lain dr berbagai negara