Kegagalan Panitia Lokal (LOC) mendatangkan Manchester United ke Indonesia membuat mereka harus tetap membayar dana sebesar 1,9 juta dollar (Rp. 19,1 milyar) kepada MU.
Bencana bom yang meledakkan dua hotel di kawasan Mega Kuningan yakni Ritz Carlton dan JW Marriot membuat MU membatalkan kunjungan mereka ke Jakarta dalam rangka Tur Asia keduanya melawan Indonesia All Star pada 20 Juli nanti.
The Red Devils pun akhirnya memutuskan untuk menunda kunjungannya ke Indonesia dan memilih tinggal lebih lama di Malaysia. Uang yang sudah mereka terima tidak akan dikembalikan ke panitia lokal.
"Meski bom yang meledak di JW Marriott dan Ritz-Carlton termasuk force majeur, namun sesuai kontrak kalau ada kejadian seperti ini maka uang yang sudah kami setorkan sebelumnya dinyatakan hangus," kata Koordinator Bidang Komersial Panitia Lokal Kedatangan MU, Herman Ago, Minggu (19/7).
Mau tak mau, situasi ini sangat merugikan panitia lokal. Sebelumnya, Ketua PSSI, Nurdin Halid, bahkan mengatakan pihak panitia lokal sudah dipastikan merugi sekitar Rp. 30-50 milyar. Menurut Nurdin, besarnya kerugian yang diderita tersebut karena panitia lokal sudah menyelesaikan pembayaran kepada agen MU sekitar Rp. 22 milyar.
Selain itu, kerugian lain dari segi finansial sudah pasti datang dari pengembalian tiket kepada masyarakat yang sudah membelinya. Mekanisme pengembalian tiket baru dijelaskan pada Selasa (21/7) dan Rabu (22/7) baru proses pengembalian karcis bisa dilakukan. Panitia sendiri akan mengutamakan pengembalian uang bagi pemilik tiket perorangan.
Dari pihak MU sendiri melalui Direktur Eksekutif David Gill berjanji akan melakukan kunjungan ke Indonesia suatu saat nanti.
"Tidak perlu diragukan, suatu hari kami akan membalas loyalitas fans dari Indonesia. Kami melihat ke depan akan menjumpai fans. Bila kami kembali satu hari, itu seperti kami inginkan. Tapi kami tidak bisa berkomitmen karena kami hanya melakukan tur besar setiap dua tahun," kata Gill seperti dilansir situs resmi klub.
"Tapi kami mengagendakan ini sangat serius," tegas Gill yang menerima laporan bahwa fans MU di Indonesia mencapai 28 juta orang. (Edp)
wah...
makin bnyk aja orang stress akibat dr boom kemaren...pak presiden,rakyat indo,orang yang kena bom..panitia mu(padahal udh dgn susah payah datangin MU)trus sekarang terlibat masalah pembayaran...
bisa bangkrut ne....
semuanya rugi...
rugi uang
rugi nama indonesia yang jelek
rugi waktu mikirinnya...
cape de..
KIRIM KOMENTAR *Isikan kotak isian dengan lengkap.