Standard Liege untuk pertama kalinya dalam 25 tahun berhasil menjadi kampiun divisi satu Liga Belgia usai menang 2-0 atas saingan terdekat, Anderlecht, Minggu (20/4). Hingga pekan ke-31, Liege, juara 1982 dan 1983, telah mengumpulkan nilai 71 di puncak klasemen. Sementara Anderlecht dan Club Bruges, dua penguasa gelar Belgia dalam enam tahun terakhir, berada di posisi kedua dan tiga dengan ketertinggalan 10 poin.
Menyisakan tiga pertandingan lagi, Liege tak mungkin dikejar oleh dua pesaingnya itu andai kalah di semua laga terakhir dan Anderlecht atau Bruges menyapu bersih seluruh laga sisanya. Liege juga bisa mencatat rekor tim pertama dalam 42 tahun yang menjuarai liga tanpa terkalahkan jika di tiga laga sisa tak menemui kekalahan.
Tampil di kandang sendiri, Liege sempat kesulitan memecahkan pertahanan Anderlecht, sang juara bertahan. Kebuntuan baru pecah di menit ke-54 ketika Dieumerci Mbokani mencetak gol setelah menerima umpan dari Reginal Goreux.
Penyerang Kongo itu kemudian mencetak gol keduanya di menit ke-77 usai mendapat umpan terobosan dari Costa Santos Bonfim Dante sekaligus mengamankan gelar bagi Liege,
"Saat saya bangun tidur pagi ini, saya berdoa kepada Tuhan agar bisa memastikan gelar juara. Ini musim kompetisi yang luar biasa dan menjuarai liga dalam 25 tahun terakhir adalah hal istimewa, " kata pelatih Liege, Michel Preud'Homme, yang juga mantan kiper timnas Belgia dan pernah membela Liege di era 70 dan 80. Preud'Homme mengambil alih kursi pelatih Liege pada Agustus 2006.
Sementara di papan bawah, FC Brussels dipastikan degradasi setelah kalah 0-2 saat menjamu Excelsior Mouscron. Brussels kemungkinan akan ditemani oleh Sint Truiden setelah kalah 1-2 dari Germinal Beerschot.
Dengan tiga laga sisa, Truiden baru mengumpulkan nilai 23 dan Dender yang ada di peringkat ke-16 memiliki nilai 30. Truiden bisa lolos jika memenangi seluruh laga sisa dan Dender tersandung di salah satu laganya. (Hdn/Reuters)
|