Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) saat ini tengah mempertimbangkan rencana untuk mengganti nama kompetisi antar klub Eropa kelas dua, Piala UEFA, menjadi UEFA Europa League.
Dalam beberapa tahun terakhir Piala UEFA seolah kehilangan gereget karena kalah bersaing dengan Liga Champions yang diikuti klub-klub papan atas Eropa.
Karenanya maka UEFA berniat untuk mengganti nama Piala UEFA menjadi UEFA Europa League guna menaikkan gengsi turnamen tersebut. Rencana penggantian nama tersebut diungkapkan oleh Karl Heinz Rummenigge yang merupakan ketua asosiasi klub-klub Eropa.
"Harapannya pembaruan nama dan brand akan membantu meraih hasil yang lebih baik ketimbang yang kami lihat di Piala UEFA sebelumnya," ujar Rummenigge dalam keterangan persnya di kantor pusat UEFA di Swiss.
"Bukan rahasia jika kompetisi ini menjadi kompetisi kelas dua dan kami berharap dapat kembali seperti 10 atau 15 tahun yang lalu," sambung Rummenigge.
Menurut salah satu pejabat senior UEFA kepada Reuters, keputusan penggantian nama Piala UEFA menjadi UEFA Europa League ini akan dilakukan pada pertemuan komisi eksekutif di Bordeaux pada September nanti.
Bila jadi dilakukan pergantian nama maka UEFA akan menerapkan sistem grup baru sejak musim 2009/2010, yang mengkopi format Liga Champions.
Sebenarnya pada Desember lalu UEFA sudah mengumumkan perubahan format Piala UEFA dimana lima klub tidak populer akan ditempatkan dalam satu grup dan akan bermain kandang-tandang.
(Tho/AFP)