Belum jelas siapa saja peserta Liga Super 2008 yang akan digelar Juli mendatang, membuat PT Djarum Indonesia masih mempertimbangkan untuk menjadi sponsor dan membiayai jalannya roda kompetisi. Selain itu, pihak Badan Liga Indonesia (BLI) juga telah menaikkan harga yang terlalu tinggi dari musim lalu.
"Musim sebelumnya kami mengeluarkan dana sebesar RP. 35 miliar. Kini, mereka meminta kenaikan yang cukup tinggi,'' ujar Yunanto Ali, sebagai Direktur PT Zentha Hitawasana, perwakilan PT Djarum Indonesia.
Keraguan PT Djarum Indonesia pun bertambah dengan hanya diberikannya wilayah yang terbatas untuk mempromosikan perusahaan mereka di kaos tim peserta yang hanya berada di lengan saja.
"Space itu terlalu kecil dan jika dihitung, kami masih rugi,'' tambah Yunanto.
Seperti diketahui sebelumnya, semua peserta diwajibkan mencari sponsor sendiri karena tidak diperbolehkannya lagi menggunakan dana APBD.
Pastinya, sponsor klub mereka akan menempatkan nama perusahaan di kaos tim tersebut dimana saja sesuai kesepakatan kontrak, kecuali di lengan.
(Edp)
|