Penampilan gemilang penjaga gawang Kamerun Carlos Idriss Kameni harus berakhir dengan kekalahan, setelah Mohamed Aboutreika mencatatkan gol tunggal kemenangan bagi Mesir guna mempertahankan gelar juara di pentas Piala Afrika, Minggu (10/2). Dengan demikian Mesir total telah mengantongi enam gelar Piala Afrika dan dua gelar terakhir mereka peroleh secara berturut-turut.
Aboutreika mencatatkan gol kemenangan di menit ke-77, saat menerima umpan silang dari Mohamed Zidan. Gol tersebut merupakan yang keempatnya di turnamen Piala Afrika tahun ini.
Pelatih Kamerun Otto Pfister sebelumnya berpeluang untuk menjadi orang kedua asal Jerman yang berhasrat memberikan gelar juara bagi Kamerun. Sebelumnya ia pernah meloloskan Ghana ke partai final tahun 1992 saat menghadapi Pantai Gading.
Sebelum Pfister, Winfried Schafer terlebih dulu memberikan gelar Piala Afrika bagi Kamerun pada kurun waktu enam tahun lalu.
Pada pertandingan tersebut, Samuel Eto'o diberikan peran oleh Pfister sebagai penyerang tunggal, namun hal ini justru membuatnya tak leluasa karena minimnya pasokan bola.
Sementara gawang Kamerun berkali-kali mendapatkan tekanan dari Aboutreika dan Zidan, namun kesigapan kiper yang merumput di La Liga bersama Espanyol, Kameni, turut melakukan serangkaian aksi gemilang.
Petaka bagi Kamerun terjadi saat kapten tim Rigobert Song berupaya mengamankan bola ke daerah pertahanannya, namun Zidan yang terus menempel berhasil mencuri bola dan langsung mengirimkan umpan silang kepada Aboutreika, kendati Kameni membaca arah bola datar itu, namun tetap kalah cepat dan gelar pun berhasil dipertahankan Mesir.
Dalam pentas Piala Afrika tersebut, presiden FIFA Sepp Blatter turut hadir, diiikuti oleh Presiden Ghana, John Kufuor dan mantan pelatih Chelsea, Jose Mourinho yang menghadiri partai final tersebut.
(Win)
|