Juara bertahan Piala Afrika, Mesir, akan mengandalkan semangat tim guna meraih gelar keenamnya saat bertemu juara empat kali, Kamerun, dalam partai final 2008 di Stadion Ohene Djan, Accra, Ghana, malam nanti. Keduanya melaju ke final usai meraih hasil memuaskan di semifinal. Mesir menggilas favorit juara Pantai Gading 4-1 dan Kamerun menyingkirkan tuan rumah Ghana 1-0. Untuk laga final nanti, Mesir sendiri memiliki keuntungan psikologis setelah menang 4-2 atas Kamerun di laga penyisihan grup pada 22 Januari lalu.
Namun menurut kapten Kamerun, Rigobert Song, kekalahan itu terjadi karena banyaknya kesalahan sendiri. "Tapi sekarang, kami sudah membenahinya dan siap untuk membalas kekalahan itu," tukas Song yang akan memainkan laga ke-33 di Piala Afrika.
Kamerun sendiri masih menunggu kesiapan fisik gelandang Alexandre Song yang sempat absen mengikuti latihan di hari Sabtu karena cedera kaki. Tapi pelatih Otto Pfister optimistis Song akan siap tampil.
Sebaliknya, Mesir akan berada dalam kondisi full team jika penyerang Mohamed Zidan pulih dari cedera lutut. Andai tidak, Mesir masih memiliki modal semangat tim, yang menurut pelatih Hassan Shehata, merupakan modal utama.
"Kami adalah tim yang saling membantu dan bahu membahu, bahkan termasuk saya sebagai pelatih. Saya pikir ikatan kuat kami didasari pada saling pengertian. Itu sebabnya kami yakin akan menang," kata Shehata yang ingin menjadi pelatih kedua yang bisa memenangi Piala Afrika secara beruntun.
Untuk itu, Shehata, yang selama berlangsungnya turnamen jarang berbicara pada wartawan dan lebih banyak mendelegasikan pada asistennya Shawky Garib, mengaku tidak akan tidur sebelum partai final selesai.
"Saya tak pernah tidur sehari sebelum pertandingan. Lagipula, saya kesulitan tidur di turnamen ini, bahkan pil tidur pun tak membantu sama sekali," imbuh pelatih yang tak mau mengakui timnya saat ini lebih baik dari tim Mesir saat juara di kandang sendiri dua tahun silam.
Namun kapten Ahmed Hassan percaya bahwa kualitas Mesir saat ini sudah meningkat dibandingkan ketika menang babak penalti atas Pantai Gading di Kairo dua tahun lalu. "Tim ini lebih baik dari tahun 2006. Para pemain sudah matang dan punya pengalaman lebih banyak."
Tapi Hassan tak mau terlalu percaya diri karena Kamerun mulai menunjukkan kualitas terbaiknya. "Di awal, Kamerun tampil buruk, tapi mereka berubah dengan cepat. Mereka punya banyak bintang yang tampil di level tertinggi antar klub Eropa," pungkasnya. (Hdn/Reuters)
|