Tim nasional Mali memastikan telah mengajukan protes resmi kepada Federasi Sepakbola Afrika (CAF) seputar dugaan pengaturan skor antara Angola dan Aljazair.
Kemarin Mali harus menelan pil pahit tersingkir lebih dini dari Piala Afrika meski di laga pamungkas Grup A mereka berhasil menang 3-1 atas Malawi.
Kemenangan tersebut sama sekali tidak berarti karena Angola bermain imbang tanpa gol dengan Aljazair yang akhirnya meloloskan ke dua negara ke perempatfinal.
Angola keluar sebagai juara grup dengan poin lima, unggul satu angka dari Aljazair dan Mali. Mohamed Sissoko cs tersingkir karena kalah rekor pertemuan dengan Aljazair yang menang 1-0 ketika kedua klub bertemu pekan lalu.
Namun Mali tak terima. Mali merasa dicurangi oleh Angola dan Aljazair yang dinilai sengaja bermain imbang agar sama-sama lolos ke perempatfinal.
Mali pun mengajukan protes resmi kepada CAF seputar laga Angola melawan Aljazair. "Saya bisa katakan kepada anda Mali telah mengajukan protes kepada CAF mengenai laga antara Angola dan Aljazair," tukas ofisial Mali Alassane Souleymane kepada Reuters.
Dalam surat kepada CAF, yang salinannya diperoleh Reuters, sekjen Federasi Sepakbola Mali Boubacar Thiam menilai babak kedua pertandingan antara Aljazair dengan Angola telah menodai semangat fair play.
"Kami protes keras terhadap kelakuan tim Aljazair dan Angola selama laga terakhir penyisihan grup Piala Afrika. Babak kedua pertandingan tersebut hampir tidak tampak sama sekali, dengan kedua tim secara sistematis menolak bermain dan mencoba mempertahankan skor 0-0 yang meloloskan keduanya," ujar Thiam dalam suratnya kepada CAF.
(Tho/Reuters)
Bookmark berita ini (Ctrl+D):
0 KOMENTAR BERITA
"Piala Afrika 2010 Mali Protes Hasil Imbang Angola-Aljazair"
Komentar Berita masih kosong.
KIRIM KOMENTAR *Isikan kotak isian dengan lengkap.