Penyerang gaek Nigeria, Nwankwo Kanu, membawa Portsmouth menjuarai Piala FA Inggris setelah gol tunggalnya memastikan kemenangan 1-0 atas klub Wales Cardiff City di Stadion Wembley, Sabtu (17/5). Bagi Pompey, julukan Portsmouth, ini adalah gelar Piala FA pertama mereka sejak tahun 1939. Sementara Cardiff, satu-satunya klub non Inggris yang mampu menjuarai ajang ini, pernah menjadi jawara pada tahun 1927.
Keberhasilan Pompey juga mendobrak tradisi juara Piala FA yang selalu didominasi empat besar Liga Premier sejak tahun 1991.
Di lapangan, permainan Pompey dan Cardiff relatif berimbang meski serangan Pompey lebih menjanjikan karena keunggulan kualitas pemainnya. Cardiff beberapa kali mengancam gawang, namun kehadiran David James di bawah mistar Pompey membuat gol tak kunjung muncul.
Sedikitnya dua kali ancaman dari Cardiff muncul di daerah pertahanan Pompey. Yang pertama melalui Paul Parry dan kedua lewat usaha Peter Whittingham, namun seluruhnya mentah dibendung James, yang baru pulih dari cedera betis.
Di menit ke-22 giliran Pompey mengancam. Menerima bola dari Kanu, Sulley Muntari berhasil melewati hadangan kiper Peter Enckelman, namun tendangan pemain asal Ghana itu masih membentur mistar gawang.
Kebuntuan Pompey baru terpecahkan di menit ke-37. Kali ini Muntari yang memberi andil. Mantan pemain Udinese itu melepas bola silang dan berusaha diamankan oleh Enckelman. Namun bola mental dan langsung disambar Kanu menuju gawang, 1-0.
Tertinggal satu gol, Cardiff terlecut. Jelang istirahat, Skuad asuhan Dave Jones ini sempat mencetak gol, namun dianulir wasit Mike Dean karena Glenn Loovens lebih dulu menyentuh bola dengan tangannya sebelum melepas tendangan ke gawang.
Di babak kedua, permainan masih berimbang. Peluang emas tambahan bagi Pompey hadir di menit ke-72 ketika tendangan keras David Nugent masih bisa ditepis Enckelman hanya untuk melahirkan sepak pojok.
Tekanan dari Cardiff pun memuncak di 10 menit pamungkas. Loovens dan pemain pengganti Aaron Ramsey berulang kali merepotkan pertahanan Pompey. Namun sejauh itu pula tak ada gol yang bisa tercipta sehingga hingga peluit panjang berbunyi, Pompey masih unggul 1-0 sekaligus memastikan juara. (Hdn)
|