Setelah melewati perjalanan kompetisi yang cukup panjang, dua klub teratas yaitu Portsmouth dan Cardiff City akan saling berhadapan di pentas paling tertua di dunia, final Piala FA pada akhir pekan ini. Portsmouth, yang memulai pertandingan nanti sebagai tim paling difavoritkan untuk meraih gelar juara, akan menghadapi persaingan sulit dari Cardiff City.
Tim Liga Premier itu berharap dapat meraih gelar juara Piala FA untuk pertama kali-nya sejak 1939, sementara Cardiff, salah satu tim non-Inggris mencoba peruntungannya dari turnamen paling tua di dunia tersebut.
Kurang lebih sejak tahun 1991, tidak pernah ada tim dari divisi terbawah yang mampu menghadapi empat jawara seperti Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool di partai final, namun kini sejarah berkata sebaliknya pada tahun ini.
Portsmouth menyingkirkan Manchester United di babak perempat-final dan tim besutan Harry Redknapp itu kini hanya tinggal menatap satu partai penting untuk melengkapi kesuksesannya di klub tersebut.
"Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan saya mengatakan bakal menjadi hari terburuk dalam karir ini apabila gagal meraih kemenangan, hanya satu kata juara bagi saya." harap Redknapp.
Kendati demikian, Cardiff yang berhasil menyikat Middlesbrough di perempat-final memperlihatkan kalau tim tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata dan bukan tidak mungkin rasa kepercayaan diri tinggi dapat mengangkat trofi Piala FA untuk pertama kali dalam persejarahan sepakbola Wales di Inggris.
(Win/Reuters)
|