Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan akan menghadapi mantan klubnya Persipura Jayapura, di final Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/1). Pertandingan itu sendiri layaknya reuni bagi Rahmad dengan Persipura. Persipura pernah dibawa Rahmad menjadi juara Liga Indonesia 2005, dimana anggota skuadnya masih sama. Ia sendiri hanya membawa tiga pemain pilarnya saat di Persipura untuk memperkuat Sriwijaya saat ini yakni Christian Warobay, Christian Leng Lolo dan Korinus Fingkreuw.
"Terus terang pertemuan nanti memiliki nuansa yang khusus bagi saya, meski saya sebenarnya tak ingin bertemu dengan mereka,'' ujar pelatih yang juga anggota Marinir TNI AL itu.
Persipura melaju ke final setelah mengalahkan Persija Jakarta 3-2 melalui hattrick Beto Goncalves. Sementara Sriwijaya harus melalui babak penalti 6-5 setelah menyingkirkan Pelita Jaya Purwakarta.
"Mereka itu tim komplit dan mempunyai mental juara,'' tambahnya.
Sementara itu kapten Persipura, Eduard Ivakdalam sudah yakin akan bertemu dengan Sriwijaya di final. Tentunya ia juga patut waspada mengingat mantan pelatihnya tersebut sudah tahu isi dapur mereka.
"Rahmad salah satu pelatih hebat. Dia selalu membawa tim yang ditanganinya sukses,'' ujar Edu.
Fandi Fokuskan Istirahat Pemainnya
Tak kalah serunya dengan babak final, di pertandingan perebutan tempat ketiga sehari sebelumnya, yang mempertemukan Persija dan Pelita membuat kedua tim juga tampil semangat.
Terlebih bagi Persija yang ingin mengobati kekecewaan suporter mereka karena kalah saat menghadapi Persipura.
Jika mereka mampu menang, maka prestasi itu sama dengan musim lalu saat mereka menempati peringkat ketiga setelah mengalahkan PSMS Medan.
"Kami akan mengevaluasi dan membenahi kelemahan tim. Yang pasti, kami akan tampil maksimal," ujar asisten pelatih Persija Isman Jasulmei.
Pelatih Pelita, Fandi Ahmad sendiri harus membangun motivasi anak asuhnya yang terkuras habis tenaganya saat menghadapi Sriwijaya sampai babak adu penalti.
"Saya berharap Ardan bisa bangkit," ujar Fandi tentang kegagalan anak asuhnya itu di babak adu penalti.
"Persija tim kuat, namun kami tetap memainkan pola yang sama untuk memetik kemenangan,'' tambahnya lagi.
(Edp)
|