Biangbola.com
Berita Hari Ini | Layanan SMS | Futsal |
Specs
Purwanto: Tsimi Handsball Pasif
[Selasa, 30 Juni 2009 11:41, BIANGBOLA],   59 komentar

Wasit Purwanto mengakui jika bek Sriwijaya FC, Joel Jacques Tsimi melakukan handsball di kotak penalti. Namun wasit asal Kediri itu memandang jika pemain Kamerun itu handsball dalam keadaan pasif.

"Saya harus akui bahwa pemain SFC saat itu ada yang handsball di kotak penalti. Tapi, saya melihat dia dalam posisi pasif. Karena itu, saya tidak menghukum dengan penalti," ujarnya seperti dilansir jawapos.

Saat itu tendangan Ian Loius Kabes berhasil diblok kiper SFC, Ferry Rotinsulu. Bola muntah pun langsung disambar Ernest yang mengenai tangan Tsimi yang musim depan hijrah ke Persisam Samarinda itu.

Kebanyakan masyarakat menilai jika terjadi handsball di dalam kotak penalti selalu diganjar penalti. Namun Purwanto menilai hal itu salah karena tak semua handsball di dalam kotak terlarang harus diganjar hukuman penalti.

"Handsball itu ada dua jenis, yakni aktif dan pasif. Jika aktif tentu harus dihukum dengan penalti, tapi kalau pasif, tidak harus dihukum. Nah, saya melihat posisi Tsimi waktu itu adalah handsball pasif. Jadi saya tidak perlu memberikan penalti. Saya sudah menjelaskan itu ke pemain Persipura saat mereka protes,'' tambah Purwanto.

Ia pun meyakini jika keputusannya benar dan seharusnya pemain Persipura menghormati dirinya karena hanya wasitlah mempunyai keputusan mutlak.

Persipura pun sebelumnya telah melancarkan protes terkait babak pertama ingin berakhir. Saat itu Boaz Solossa dkk tengah melakukan penyerangan ke pertahanan SFC, namun Purwanto langsung meniup peluit tanda babak pertama usai.

"Saya tidak memihak siapapun. Mengenai akhir babak pertama, sebab waktu sudah habis. Bahkan, sudah lebih dari waktu injury time. Kalau saya melanjutkan, terus terjadi tendangan penjuru lagi, kapan selesainya. Sesuai aturan, kecuali penalti, pertandingan bisa dihentikan ketika waktu pertandingan sudah habis.

Noda hitam di partai puncak Copa Indonesia musim ini pun sekaligus menjadi kado pahit bagi Purwanto karena ia akan pensiun sebagai pengadil lapangan karena faktor umur. Ia pun sudah melakoni kepemimpinannya di pertandingan terakhir Liga Super Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu.

"Saya sudah menjalankan tugas dengan selalu memegang peraturan," tutupnya.

(Edp)



Bookmark berita ini (Ctrl+D): Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif Purwanto: Tsimi <i>Handsball</i> Pasif
59 KOMENTAR BERITA

"Purwanto: Tsimi Handsball Pasif"

my gravatar
Ahmad, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Salut buat Purwanto yang tidak terpengaruh atas tekanan pada
final copa. Saya sangat menghormati itu walau team saya kalah :(

Reply 1 Reply
my gravatar
DARAT, Rabu, 01 Juli 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
Niki, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Nah sudah jelas kan kalo tsimi handsball pasif dan tdk perlu d
beri pnalti.. Saatnya skarang pcinta sepakbola indonesia tau
bhwa jika pmain yg handsball di kotak pinalti TIDAK SEMUA HARUS
di beri pinalti..

Reply 3 Reply
my gravatar
aji, Selasa, 30 Juni 2009

Woy mank lo pernah liat wasit yg niup pluit ketika msh ad
penyerangan di kotak pinalti........? wasit Purwanto hny takut
sama penonton aja liat raut muka dia dr wkt mlai aja udah ngeri
gt ma pnonton......Wasit ud salah gk mau ngaku
lagi........!!!!!!!!!!
my gravatar
ami, Rabu, 01 Juli 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
edi, Minggu, 05 Juli 2009

woi.....tsimi aja ngaku klo dy handsball. apa lagi yg mau di
pertanyakan.......
my gravatar
rinaldi, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

klo menurut gw sih tuh aktif orang gw ntn tuh bek dah maen tinju
aja tuh masih dibilang pasif.aneh deh sepakbola indonesia...

Reply 1 Reply
my gravatar
Rwind, Selasa, 14 Juli 2009

buat wasit purwanto sikap anda cukup tegas memimpin pertandingan
walau 99,999999 persen sedikit bermain di jaka baring
my gravatar
roni, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

persipuranya aja yg cemen klo dilanjutin kn blm tentu
kalah.,.,contoh aja arema malang .,.bs juara hbs mogok
maen,.,hahahaha.,.,

Reply 1 Reply
my gravatar
Bebe, Selasa, 30 Juni 2009

Betul itu...., mentalnya aja yang payah. Saya kecewa berat ama
Persipura. Padahal sebelumnya saya kagum dengan Persipura...
my gravatar
SMILEBOY, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Nah Tuh Kan sudah Jelas Beda Handsball Pasif n AKtif. Dasar yg
masih gak setuju SFC juara, Berarti Katrok Semua, Gak tau Bola,
Tau nya Mau Menang Melulu, Klo Kalah Mengamuk, Kpn Majunya
Psepakbolaan Indonesia. Banyak2 Nonton Liga Eropa iya, Haha.

Reply 1 Reply
my gravatar
AS, Kamis, 02 Juli 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
Agus, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Yang jelas awak kecewa dengan final trsebut. Jika pemain dan
oficial club tdk mau menerima kputsn wsit dlapangn walopun itu
salah dan PSSI tdk mempunyai wasit yg benr2 pnter dan mampu
mengendalikan pertndngn, mendngan copa indonesia gk ada yg
mensponsori. Jd, gk ada kekecewaan pada warga indonesia pecinta
sepakbola nasional.
my gravatar
dani, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

sangat susah untuk berjiwa besar..... contoh pemain luar negri
mereka sangat menghormati wasit apapun
keputusannya... belajarlah untuk berjiwa besar.
my gravatar
Arik, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Hormatilah keputusan wasit, terlepas dari benar ato tidaknya
keputusanya toh mereka juga manusia yang bisa berbuat salah.
Purwanto adalah salah satu wasit terbaik dinegri ini dan dia udah
berusaha untuk memimpin pertandingan sebaik mungkin.
my gravatar
yohandi, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

wasit juga manusia... bisa saja mengambil keputusan yang salah...
tapi bagaimanapun juga pertandingan harus tetp berjalan...
selesaikan diluar lapangan dong.. kan ada aturan yang jelas
gimana caranya mengajukan keberatan.... gol tangan tuhan
Maradona aja tetap disahkan kok..... jadi junjung tinggi dong
sportifitas dan kalo maen harus siap kalah juga donk..!!!!!!
jangan maunya menang aja... haha..
my gravatar
scholessy, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

wasit sdh memberi penjelasan knp persipura tdk mendapat penalty,
pemain persipura tdk bermain fair-play en tidak sportif krn tdk
melanjutkan pertandingan, lebih baik sriwijaya saja yang
mendapat gelar, lagipula persipura sudah mendapat gelar juara
liga jadi biar adil dan sudah seharusnya pemain persipura
mendapat hukuman seperti di skors tdk boleh ikut liga selama satu
musim dari PSSI karena sudah meninggalkan lapangan sebelum
selesai, ini sudah mencoreng sepakbola Indonesia
my gravatar
gerrard, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

hmmm... knp harus di jaka baring y???? tempatnya saja sudah
tidak fair.... untung yang menang sriwijaya...kalo persipura...
bagaimana??? semua yang terjadi cuma dampak dari penentuan tempat
final yang salah.....
my gravatar
bontang, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

itukan pembelaan wasit yg tdk mau nerima kesalahannya...sapa
bilang pasif...wong dia sengaja kok memblok bolA..kalau pasif
tangannya pasti mentul kebelakang..tapi dari tayangan ayunan
tangannya kesamping
my gravatar
Rimba, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

wasit tarkam......

Reply 1 Reply
my gravatar
ande, Selasa, 30 Juni 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
Junaidi, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

kami masyarakat Palembang mengucapkan terima kasih yang
sebanyak-banyaknya kepada bapak Purwanto karena telah memenangkan
sriwijaya FC...

Reply 1 Reply
my gravatar
wak dollah, Sabtu, 04 Juli 2009

hati-hati..orang yg memberi komentar dari Junaidi.boleh jadi
bukan pro SFC yg memberikan aroma panas pada persepak bolaan
Indonesia...SFC bukan pecundang yg hanya mengemis sama
wasit.Untuk junaidi tidak perlu di balik layar.pura-pura jadi SFC
dan memberi kta trima kasih.gak perlu.fakta SFC juara murni.
my gravatar
amol, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Betul Tsimi pasif tapi Purwanto salah..ketika bola msh dikuasai
Ian Kabes bola sudah direbut sama Fery Rotinsulu yg mengakibatkan
Ian Kabes terjatuh dan ini pelanggaran yg seharusnya diganjar
pinalty..apalagi setelah bola rebound dari Fery ditendang
Jeremiah dan mengenai tangan Tsimi...
my gravatar
Master limbat, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Purwanto tdk salah.. juga bukan salah dari persipura juga.. tapi
YANG SALAH YAA NURDIN HALID.. karena dia yang me legalkan prakter
MAFIA WASIT...

Reply 1 Reply
my gravatar
smith, Selasa, 30 Juni 2009

emang benar......inilah kesalahan sepak bola indonesia... karena
salah memilih pemimpin, maka semuany tidak akan berjalan dengan
baik....dikonsep bagaimanapun....PASTI BAKAL KACAU..... Sok
sokan mo jadi tuan rumah piala dunia.....kalaupun jadi, enggak
bakal ak tonton INDONESIA maen... TAKUT Aku.... Takut malu ma
seluruh dunia..... INDONESIA dibantai BRAZIL
30-0..... ckckkckckkk....kan memalukan....... INDONESIA tidak
akan berkembang kalo IKLIM persepakbolaan masih seperti
ini... SARAN saya : GANTI KETUM PSSI SEKARANG..............
my gravatar
JHON PAUL IVAN.JR, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

mahal - mahal digaji tapi mental seperti preman udah persipura
buang saja ernest kelaut dan sekali si bento sok kebayak uang
padahal yang orang indonesia. hidup Sriwijaya. FC

Reply 2 Reply
my gravatar
arin, Rabu, 01 Juli 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
darat, Rabu, 01 Juli 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
pembenci pssi, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

pasif dari hongkong.jelas2 tangannya sengaja buat ngeblok klo gak
buat apa dia bela2in ngehalangin gawang. bner tuh dari venuenya
aja udah salah. masak final di kandang salah satu pihak.klo
ditentuin sejak awaaal banget copa baru fair lha ini??kasian tuh
persipura jauh2 dari papua ke sumatera cuma buat dicurangin.wasit
emang manusia yang bisa salah tapi salahnya kq yg paling penting
bgt.klo gara2 gol maradona disahin ya mulai besok maen bola pake
tangan aja trus!!!

Reply 1 Reply
my gravatar
pencinta indonesia, Kamis, 30 Juli 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
aria, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

coba semua liat di tayangan ulangnya, ada 2x pelanggaran, dr
kiper & hansball pemain. Coba purwanto suruh tny ke pierluigi
colina,msk gt dia msh bilang tdk penalti. Salah di lapangan bs
dimaklumi tp setelah liat tayang ulang msk tdk mau mengakui
kesalahannya ?????????
my gravatar
Terry proling, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

rekaman pertandingan di putar ulang dan buktikan apakah hanssball
aktif atau pasif, jangan putar balik fakta, sudah jelas bahwa
wasit purwanto tdk mengambil keputusan yg benar karena itu adalah
pinalti buat persipura, sebelum kena tangan tsimi fery rotinsulu
sudah melakukan penggaran terhadap kabes, jd memang pantas saja
pemain persipura mengejar wasit purwanto untuk memminta keadilan
terhadap kepemimpinan nya yang sama sekali merugikan
persipura, pertandingan final ini memang tdk adil, seperti sudah
di skenario oleh PSSI, BLI dan juga sponsor, di bawah pimpinan
Nurdin Halid yang nota bene adalah mantan nara pidana. seharusnya
pertandingan di dimainkan di tempat netral bukan di jakabaring
kandang sriwijaya fc, penentuan jakabaring sebagai tempat
dilaksanakan partai final copa juga baru di tentukan awal bulan
juni ini, saat peluang sriwijaya melaju ke partai puncak terbuka,
nah untuk mengandaskan ambisi persipura untuk mangawinkan gelar
Liga dan copa, PSSI, BLI, sponsor dan oknum-oknum lainya
melakukan skenario ini, dan berhasil menghancurkan partai final
yang seharusnya indah untuk di tonton para penggemar sepakbola
indionesia, sekarang semua telah ternoda oleh para mafia sepak
bola ini. saya yakin bila pertandingan final di lakukan di tempat
netral dan di pimpin oleh wasit yang profesional kita telah tau
siapa JUARA SEJATI NYA.
my gravatar
anto"darupasar, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

gmana mau go internasional dalam negri aja udah berantakan
my gravatar
opick, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

terlepas dari salah atau benar keputusan wasit, cobalah insan
sepak bola kita belajar menghargai keputusan wasit, disamping itu
juga pr bagi pssi untuk selalu meningkatkan kualitas wasit
Indonesia. kita bisa berkaca pada saat semifinal liga Champions
saat chelsea vs barca, semua perangkat tim harus memiliki jiwa
sportifitas dan lapang dada... Bravo Sepakbola
Indonesia.. Garuda di dadaku.. garuda kebanggaanku.. kuyakin,
pasti menang , hari ini...
my gravatar
Gembel , Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Inget gak waktu Persija vs Arema di Kanjuruhan, bola fair play
dibikin gol dan wasit bilang itu SAH. Tp pemain persija tetap
main sampai habis, protes kan bisa ditempat lain. Masyarakat bisa
menilai kok mana tim yang berjiwa besar.
my gravatar
Lerry, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

pasif dari hongkong..makan tuh gula jawa kesukaan lu
purwanto..mental PNS jadi wasit..dosamu segunung..
my gravatar
Che, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Persipura = juara copa indonesia Sriwijaya fc = juara PSSI
cup Indonesia tau sapa juaranya!!
my gravatar
tomed, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

temen-temen semua inget ngak chelsea Vs barca berapa kali barca
hansbal dan berapa kali di tekling dari belakang ... tp tidak ada
pinalti.... tp chelsea tetep main sampe selesai pertandingan....
persipura harus belajar dewasa ... mentang-mentang di gunung jadi
kayak bar-bar bikin aturan sendiri...
my gravatar
wasito, Selasa, 30 Juni 2009, Reply

Keliru atau tidak keputusan wasit, fair play tetap harus dijaga.
Pemain bola, official, penonton, manager juga harus tahu aturan
kalau keputusan wasit itu mutlak, ini aturn internasional. Gimana
kalau main dengan tim asing, terus mogok main, kan memalukan.
Dalam final itu Persipura nampaknya udah kalah bertanding duluan,
padahl waktu masih cukup banyak.
my gravatar
asoy-geboy, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

pantas aja dulu maradona gol pake tangannya di sahkan,, soalnya
dia pake tangan kanan brarti tangan pasif,,, kan dia kidal...
my gravatar
opm, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

seluruh insan sepak indo tahu bila PERSIPURA "mutiara hitam"WO
tujuan adl utk memperbaiki kinerja dari PSSI agar ke depan
persepak bolaan qt lbh baik.... Tp jk PERSIPURA di hukum...jelas
PERSEPAK BOLAAN INDO hambar ibarat sayur tanpa Garam....
my gravatar
foimoi, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

PERSIPURA lawan WASIT/PSSI = team MUTIARA HITAM kalah...tp itu
adl Kalah terhormat,,,NASIONALISME PAPUA lebih dr
segala2nya...Bravo PERSIPURA God Bless Us
my gravatar
gento, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

kan mau pensiun..jd enakx aja kasi keputusan..ingat
purwanto.!!!keringat anak2 persipura di jaka baring di nodai oleh
keputusanmu 30 menit sebelum masa pensiunmu...
my gravatar
Ombe, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

Jelas kali kalo purwanto ga bisa bedakan mana yg pasif dan mana
yg aktif. Jelas kali kalo bek sfc menghalau bola dgn tangan kok,
kalo pasif berarti tangannya diam dan menempel ke badan. Bek sfc
kan sengaja menghalau bola dgn tangan agar bolanya ga masuk
gawang. Makanya org indonesia bodoh main bola dan ga pernah bisa
maju. Peraturan aja ga ngerti sehingga dpt di mainin oleh mafia2
perwasitan dan pssi
my gravatar
Noldy, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

saya melihat pertandingan memang sudah di skenario kan untuk
kemenangan Sriwijaya... buktinya dari penunjukan stadion sudah
tdk netral dan wasit yg memimpin dari babak I udah kelihatan
berat sebelah... masih banyak stadion yg bagus2 kenapa harus
memilih stadion dari Sriwijaya? itu sudah membuktikan tidak
netralnya PSSI. Kalau PSSI aja sudah bersikap tidak Fair Kenapa
harus permasalahkan Mogok main Tim PERSIPURA? yang benar saja.
LAGI LAGI PSSI KURANG PROFESIONAL
my gravatar
iswandi, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

memang sering terjadi permainan yang seharusnya asyik ditonton
jadi gak asyik di liga2 di indonesia. bagaimana kalau untuk
partai final kita sekelas ISL atau COPA Indonesia kita impor
wasit saja?
my gravatar
asgon, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

hidup buat sriwijaya,selamat atas tim sumsel yg kluar sebagai
juara copa, sebagai fans perspura merasa bangga, karena
sebenarnya bukan piala atau gelar yg di cari namun
profesionalisme. muda2han spak bolah di indonesia bisa berkembang
sesuai dgn rencanany, nasionalisme papua, dan harga diri org
papua lebih tinggi dari pada uang maupun pialah, salut buat
purwanto, karena pertandingan tersesebut merupakan puncak
kejujuranmu sebagai pengadil lapangan yg tdk merugikan tim
persipura, persipura slaluada dlm bingkai bangsa papua dan akan
slalu menjadi pujaan rakyat papua, kebebasan dan kejujuran adalah
harga diri orang papua
my gravatar
chis, Rabu, 01 Juli 2009, Reply

intinya purwanto banyak-banyak aja berdoa karena udah ngecewain
orang satu papua. moga aja hidupnya tenang didunia dan diakhirat.
tapi emang kejadian hands yang katanya pasif benar-benar luar
biasa, kok bisa-bisanya ya tuh orang ngomong kayak gitu. apa
karena dia punya sertifikat yang mengesahkan dia sebagai seorang
wasit makanya dia ngomong mcm gitu? woiii... kita-kita juga tahu
mengenai sepakbola. purwanto emang JAGOAN.
my gravatar
EPEN K...(`_~), Rabu, 01 Juli 2009, Reply

sudah bagus persipura gak mau lanjut main lagi, dari pada main
tapi tetap dicurangi.KAMI WARGA PAPUA mengucapkan banyak-banyak
terima kasih kepada purwanto anteknya PSSI, karena telah membuat
Warga PAPUA menangis. hai...PURWANTO berani GAK main-main
kejayapura (PAPUA).......?????? disini bisa dibayar lebih mahal,
PAPUA kaya kok....!!!
my gravatar
Boy, Kamis, 02 Juli 2009, Reply

Persipura menjadi kambing hitam dalam mafia persepakbolaan
Nasional untuk memuluskan langkah Sriwijaya merebut Final Copa
Indonesia 2009. Beberapa kesalahan yang dibuat oleh
PSSI: 1.Menunjukkan stadion jakabaring sebagai laga Final Copa
Indonesia yang merupakan kandang salah satu tim yang akan
bertanding dalam final tersebut. 2.Menunjukkan Purwanto adalah
suatu kesalahan besar karena atas dasar tenggang rasa dan rasa
terima kasih 3. Sportivitas harusnya di tunjukkan kepada PSSI
dan BLI bukan Persipura 4. Ketidakmampuan PSSI dalam menggelar
laga final di tempat dinetral 5. Kesalahan purwanto ketika
tendangan sudut dan dua pelanggaran dikotak pinalti. Purwanto
mengatakan dia tidak melihat kejadian tersebut, saya menjadi
bingung atas pernyataannya, kalau begitu dimana Purwanto saat
terjadi pelanggaran itu? 6. Kepada PSSI khususnya melihat
kejadiaan tersebut saya mengusulkan diri menjadi wasit nasional
(PSSI) tidak susah koq yang penting baca sedikit buku tentang
peraturan pertandingan kan sudah, Kepada pihak PSSI yang membaca
ini. Kalau hanya memimpin pertandingan seperti begitu saya juga
bisa
my gravatar
bryan, Kamis, 02 Juli 2009, Reply

1. Insan sepakbola indonesia memang harus belajar lagi dan
menjunjung tinggi sportivitas. 2. Korps wasit tidak usah selalu
beralibi wasit jg bs salah. JELAS2 PURWANTO SALAH KARENA ADA 2
KALI PELANGGARAN DISANA INGAT PURWANTO JUGA SELALU MERUGIKAN
TIM2 LAIN SPT PSMS ASAL BERTANDING 3. BERTOBATLAH PSSI hal ini
terjadi tidak lepas dari boboroknya kinerja PSSI dan BLI makanya
terjadi silang sengkarut persepakbolaan indonesia 4. hal yg bisa
dilakukan memajukan sepakbola indonesia adalah SINGKIRKAN SEMUA
PENGURUS PSSI SEKARANG GANTI DENGAN ORANG YANG BETUL2 PEDULU DAN
KOMPETEN SERTA BERSIH DARI KEJAHATAN
my gravatar
Mp.P, Kamis, 02 Juli 2009, Reply

"Handsball Pasif adalah handsball yg diakibatkan tendangan bola
yang sangat keras, sehingga tangan pemain tidak sempat
bergerak/menghindar atau tanpa niat/hanya gerakan reflex menutup
wajah" Kejadian di Final kemaren, jelas-jelas tangan Tsimi yg
sedikit bergerak untuk menahan bola. Artinya itu adalah
"Handsall Active" Berikutnya, kejadian kiper Ferry Rotinsulu
yang menabrak kaki striker terlebih dahulu dari belakang dan
kemudian baru mengenai bola, JELAS-JELAS juga PENALTI dan KARTU
MERAH. Saya kira wasit Purwanto memang harus mengakui
melakukan kesalahan Mutlak ini, tapi Persipura juga tidak
seharusnya WO. Hidup PSSI, Ganti Nurdin Halid & Antek2
Pengurus & Mafia wasitnya..!!!
my gravatar
Adi Sallosa, Kamis, 02 Juli 2009, Reply

sulit dibuktikan, karena posisi tangan Joel Tsimi sangat
menghalangi bola untuk masuk ke gawang
my gravatar
indonesia, Kamis, 02 Juli 2009, Reply

terkadang saya berfikir setelah membaca komentar dari "penggila
sepak bola" diatas...apa sih yang ada di benak meraka??yang satu
SFC,yang satu persipura,yang satu PSMS..padahal itukan cuma
sepakbola..bukan perang.. hormati aja keputusan semuanya..toh
sudah selesai....jngan ngotot2an.. JIKA DITERUSKAN SEPAKBOLA
INDONESIA BISA MENJADI ALAT PERPECAHAN BANGSA..mana slogan
Indonesia Bhinekka Tunggal Ika??berbeda2 tetapi tetap satu
jua...??sepakbola kok kayak perang..pake atribut tim kebanggaan
yang sedang maen tandang rasanya seperti pake seragam perang yang
sedang perang!!jika tuan rumah kalah,buntutnya tawuran.... boleh
maniak bola tapi jng anarkis.. tonton saja permainan
meraka... saya bukan aremania,the
jackmania,bonek,persikmania,SFCmania,persipura mania..ato yang
lain.. saya adalah pendukung dan suporter INDONESIA...TIM
MERAH PUTIH.. saya berdoa,,semoga ketika suporter tim2 elit
indonesia bisa lebih dewasa...nonton sepakbola dengan semangat
nasionalis..ketika tim kesayangan menang, bersyukur...dan jika
kalah, ya berbesar hati..menerima kekalahan dengan tangan
terbuka.. sedang untuk pemainnya...semoga lebih menjunjung
tinggi sportivitas...wasit manusia bukan robot...hormati aja
keputusannya... INDONESIA...semoga tetap jaya..dilapangan,
laut, dan udara
my gravatar
adek, Jumat, 03 Juli 2009, Reply

ya kita seh enak tinggal ngomong..ga fair play lah, cengeng lah
tapi perlu kita liat kalo maw menghakimi seseorang liat posisinya
dimna?? emang enak main dalam kondisi seperti itu? main di
kandang lawan? jangan samakan arema dan persija..kalaw situasi
dan kondisi sama mungkin lebih parah..kita ga bisa samakan dengan
chelsea donk, levelnya aja uda beda, disana fifa keras,
diindonesia cristian gonjalez yang uda diskorsing aja masih bisa
main dipersib..semua bisa dikasih diskon..maw bilang masyarakat
juga taw mana yang dicurangi atw ga?? coba liat chelsea lawan
barcelona kalo itu yang jadi barometernya..seberapa banyak orang
yang masih ingat chelsea dicurangi daripada ngomong keperkasaan
barcelona??? tetap juara adalah juara..apapun skandalnya, itulah
sejarah..kalo kalian bilang fair play harus main, wong juga
dilanjutin persipura bakalan kalah, ernest juga uda dikartu
merah,, dan situasi juga uda begitu..ya teori gampang tinggal
lanjutin main tapi tetap aja praktek main bola sambil menahan
amarah itu ga baik, dari pada ada yng patah kaki..mendingan
begitu kan..ya semua juga harus belajar, terutama wasit dan semua
elemen sepak bola.. bravo sepakbola indonesia..
my gravatar
wong palembang, Jumat, 03 Juli 2009, Reply

Purwanto melakukan tindakan yang benar...
my gravatar
adek, Jumat, 03 Juli 2009, Reply

yup.."benar" karena anda yang juara..selamat buat sriwijaya..

Reply 1 Reply
my gravatar
ebong, Minggu, 05 Juli 2009

Reply komentar sedang di-review
my gravatar
Jakfar, Sabtu, 04 Juli 2009, Reply

RAPOR MERAH KOMPETISI SEPAKBOLA NASIONAL, BIASA KATA DUNIA
??? Oleh : Jakfar, S.Si Saya rasa ungkapan di atas tidak
perlu kita berikan bahasan lagi karena pernyataan tersebut
merupakan kalimat retoris yang memang tidak memerlukan jawaban.
Hal ini mengindikasikan bahwa pernyataan tersebut adalah sesuatu
hal yang biasa-biasa saja pada kondisi kita sekarang ini! Stigma
inilah yang menjadi parasit yang lambat laun semakin menjadi-jadi
menggerogoti dunia olahraga Indonesia. Kita tidak perlu
membatasi pemikiran dan pandangan masyarakat mengenai
perkembangan dunia olahraga Indonesia karena masyarakat pun dapat
membedakan baik dan buruk serta mulai kritis dalam mempresepsikan
perkembangan olahraga di negerinya. Perlu direnungkan bahwa
pandangan miring masyarakat kita ini adalah salah satu indikator
telah terpuruknya dunia olahraga di Negara kita tercinta
ini. Anehnya, sampai sekarang kondisi itu tidak juga disadari
dan bahkan tambah diperparah lagi dengan berbagai macam
permasalahan yang terjadi di dunia olahraga kita. Salah satunya
yang lagi hangat dipergunjingkan masyarakat kita sekarang ini
adalah perhelatan akbar final piala Copa Dji Sam Soe (antar
divisi) yang mempertemukan dua tim kuat yaitu Sriwijaya FC versus
Persipura yang berakhir antiklimaks. Kondisi ini terjadi karena
sikap ‘ketidakjantanan’ punggawa Persipura dalam menerima
keputusan wasit sehingga menyebabkan tim Persipura walk out dari
lapangan di saat waktu masih menyisakan kurang lebih 30 menit
dengan ketertinggalan skor 1-0. Sebagai pecinta sepakbola,
penulis berani mengatakan bahwa tim Mutiara Hitam ini secara
keseluruhan adalah tim yang tidak memiliki mental juara karena
hanya bermimpi untuk juara dengan lari dari kenyataan. Tetapi
sebagai praktisi olahraga, setidaknya penulis bisa melihat sudut
pandang lain apa yang menjadi alasan Persipura untuk walk out.
Ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan inilah yang membuat
para pemain Persipura mempertanyakan keputusan wasit yang tidak
memberikan hukuman bagi pemain Sriwijaya FC dan hadiah tendangan
penalti bagi Persipura. Mengacu pada kejadian tersebut,
melalui tulisan ini penulis tergerak untuk mengkritisinya dengan
memberikan opini-opini pendukung agar masyarakat tidak semakin
tenggelam pada paradigma sempit mengenai dunia olahraga
Indonesia. Ada beberapa faktor yang patut dicermati pada kejadian
Final Piala Copa Dji Sam Soe tahun 2008-2009, yaitu : Pertama,
merupakan kebetulan Sriwijaya FC bermain di ‘homebase’nya Stadion
Jaka Baring, karena penunjukan stadion Jaka Baring sebagai tuan
rumah telah dilakukan oleh BLI bulan Februari yang lalu. Jelas
situasi itu memberikan keuntungan bagi tuan rumah melalui
dukungan penuh dari penonton. Hal ini membuat para pemain
Persipura bermain di bawah tekanan dan mungkin ‘intimidasi’ penuh
dari pendukung SFC yang secara tidak langsung mengganggu
kreativitas bermain serta kondisi mental yang lebih
sensitif. Kedua, peran wasit yang sangat dominan dalam
menentukan keputusan menyebabkan emosi para pemain dari negeri
Papua ini mudah tersulut. Ini pun tidak bisa terbantahkan karena
didukung oleh salah satu pasal dalam peraturan sepakbola yang
dikeluarkan FIFA tahun 2002, menyatakan bahwa Wasit adalah
pemegang mutlak keputusan di atas lapangan hijau. Dan patut
diketahui Purwanto, wasit yang memimpin partai final tersebut
adalah salah satu dari sedikit wasit terbaik kita yang memiliki
lisensi internasional dari FIFA sehingga berhak untuk memimpin
pertandingan yang berlevel internasional. Ketiga,
ketidakpahaman punggawa mutiara hitam mengenai peraturan serta
falsafah dalam sepakbola. Hal ini bisa menjadi bumerang karena
protes yang berlebihan dari Ernest Jeremiah menyebabkan dia
dikartumerahkan oleh Purwanto. Alasan Wasit tidak memberikan
hadiah pelanggaran ataupun penalti ketika Ferry Rutinsulu
menghalau bola serta Jaquest Tsimi dianggap ‘handsball’ adalah
benar. Kejadian awal cukup jelas kebenarannya karena arah lari
dan tangan kiper SFC hanya tertuju pada lajunya bola bukan pada
lajunya pemain lawan. Kejadian berikutnya adalah tersentuhnya
tangan Tsimi dengan bola yang ditendang pemain lawan tetapi wasit
Purwanto tidak memberikan hadiah penalti atau kartu kuning. Hal
ini pun dapat dibenarkan karena alasan Purwanto saat tersentuh
bola tangan Jaq Tsimi dalam keadaan pasif. Ada satu istilah dalam
sepakbola yaitu “Hands On Ball”, dimana ketika datangnya bola,
tangan menyentuhnya dalam keadaan aktif (secara sengaja
menggunakan tangan sebagai alat manipulasi untuk memberikan
keuntungan). Berikutnya adalah “Ball On Hand”, dimana ketika
datangnya bola, tangan yang tersentuh dalam keadaan pasif (tidak
ada upaya untuk mengambil keuntungan melalui tangannya/tidak
disengaja). Terakhir, adalah rendahnya kesadaran dalam
menjunjung tinggi “Fair Play”. Tindakan walk out yang dilakukan
oleh tim Persipura tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.
Sepakbola sebagai olahraga kompetisi, baik buruknya sangat
bergantung pada “Fair Play”. Dimana “Fair Play” sebagai
satu-satunya hukum moral di olahraga wajib ditegakkan dan
dijalankan sebagaimana mestinya karena nilai-nilai luhur dalam
olahraga hanya terkandung dalam lingkup “Fair Play”, sehingga
mengimplementasikannya merupakan salah satu upaya dalam
meningkatkan kualitas olahraga kita. Tidak harus berprestasi
bagi kita yang ingin mendukung peningkatan dunia olahraga
Indonesia, hanya dengan tidak mencibir atau memandang sebelah
mata serta tidak berburuk sangka mengenai perkembangan dunia
olahraga, kita sudah ikut berpartisipasi bagi kemajuan Indonesia
melalui olahraga. (Penulis adalah Dosen Prodi Pendidikan Olahraga
PGRI-Plg).
my gravatar
adek, Sabtu, 04 Juli 2009, Reply

panjang bangat, dan tak berisi..belajar lagi ya pak
jakpra..(penulis adalah Profesor Prodi Pendidikan Sepakbola
Indonesia)
my gravatar
ardi, Sabtu, 04 Juli 2009, Reply

sudahlah,, semua sudah terjadi. kalau tidak ada kejadian
itu,mungkit tidak akan pernah ada pelajaran bagi semua pihak.
baik PSSI maupun semua insan sepak bola indonesia untuk melihat
kekurangannya...!!!! mudah-mudahan kedepannya kualitas wasit
indonesia & seluruh elemen di dalamnya bisa lebih baik.......
my gravatar
Robert, Minggu, 05 Juli 2009, Reply

apapun makanannya, minumnya teh botol sosro!! Eh salah, apapun
yang lu ributin, juaranya Sriwijaya FC!!
my gravatar
DENNY TEBAY, Senin, 06 Juli 2009, Reply

ITULAH WAJAH BESAR DARI KEMUNAFIKAN YANG SELAMA NINI
TERJADI.....dalam persepak bolaan indonesia saya katakan bahwa
JANGAN PERNAH BERMIMPI BAHWA INDONESIA AKAN MASUK DALAM PIALA
DUNIA...itu sangat NONSEN... sebab SAYA BELUM MENEMUKAN APA YANG
DISEBUT DENGAN SPORTIVITAS DI PERSEPAK BOLAAN
INDONESIA....PERSIPURA JIKA KAMU MAU BERKEMBANG NGGAK USAH LAH
MAIN DI INDONESIA BERGABUNGLAH DENGAN LIGA2 LUAR JIKA TIDAK
PRESTASI KALIAN TIDAK AKAN BERKEMBANG
my gravatar
Jonathan, Selasa, 07 Juli 2009, Reply

Saatnya para pelaku sepakbola Indonesia menjadi lebih
dewasa.Bermain sepakbola dengan hati bukan emosi.Semoga sepakbola
kita lebih baik
my gravatar
Mozza.., Selasa, 14 Juli 2009, Reply

Udah-udah ga usah di ributin, seharunya ketua PSSI dulu di ganti
baru sepakbola indonesia ga akan kaya gini, ko mantan koruptor
jadi ketua PSSI.. Malu donk Oom..
my gravatar
Ariosk, Senin, 20 Juli 2009, Reply

Sampai saat ini FIFA blm menyetujui penggunaan tayang ulang &
sensor garis gawang sbg referensi keputusan wasit. Jd kalaupun
keputusan awalnya krg tepat, ya FIFA msh menganjurkan ... terima
saja sbg kelemahan manusiawi. Namun bila ragu, wasit bs
konsultasi dg asisten wasit (2 hakim garis).
 
KIRIM KOMENTAR
*Isikan kotak isian dengan lengkap.
Nama
Email
Isi pesan
 
 



Berita Terbaru
 Mourinho Tak Terobsesi Gelar Lagi
Jumat, 03 September 2010 14:14 WIB
 Indonesia Lawan Brasil Diundur November
Jumat, 03 September 2010 14:11 WIB
 Turnamen IIC 2010
Hadapi SFC, Persiwa Turunkan Tiga Pemain Asingnya

Jumat, 03 September 2010 13:27 WIB
 Manajer EPL Akan Bantu Capello
Jumat, 03 September 2010 12:05 WIB
 Estonia Hadirkan Ujian bagi Italia
Jumat, 03 September 2010 11:11 WIB
 Abanda Berlabuh di Persema
Jumat, 03 September 2010 11:05 WIB
 Persahabatan
Timnas Indonesia Kalahkan Persita 4-1

Jumat, 03 September 2010 10:28 WIB
Berita FUTSAL Biangbola.com
 
 
Indovisi.com