Qatar tak akan melarang Israel ikut serta di Piala Dunia apabila Qatar memenangi pemilihan tuan rumah edisi 2022. Qatar, pengekspor terbesar gas cair (LNG) di dunia, merupakan sekutu Amerika Serikat. Namun Qatar, bersama juga negara muslim di Timur Tengah lainnya, tak pernah mengakui keberadaan Israel sebagai negara kaum Yahudi.
Tetapi demi kesuksesan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 yang akan memasuki tahap bidding, di mana Indonesia ikut serta, Qatar akan melepaskan diri dari ikatan politis.
Qatar pun akan membebaskan konsumsi alkohol bila Piala Dunia digelar di negaranya. Selain itu, sebagai strategi bidding, Qatar juga akan mengembangkan teknologi pendingin di stadion karena musim panas pada Juni dan Juli di sana bisa mencapai suhu 45 derajat celcius.
"Kami menyambut seluruh partisipasi negara manapun jika mereka lolos, termasuk Israel," ujar ketua eksekutif Bidding Qatar 2022, hassan Abdulla Al Thawadi.
Apabila Qatar memenangi persaingan untuk menjadi tuan rumah pada 2022, maka hajatan itu akan menjadi yang terbesar pertama di kawasan Timur Tengah.
"Kami percaya diri memenangi persaingan. Kami yakin akan menjadi gerbang sejarah di mana timur dan barat bertemu guna berkomunikasi," imbuh Thawadi.
Sedangkan untuk masalah alkohol, Qatar tetap akan melarang masyarakatnya untuk ikut mengonsumsi. Dalam dua bulan terakhir, pemerintah Qatar memperketat larangan itu. Masyarakat lokal tak boleh masuk ke bar dan orang asing harus menunjukkan kartu identitas untuk masuk ke sana.
Namun terkait Piala Dunia 2022, Qatar akan menggunakan pendekatan fleksibel terhadap alkohol. "Kami ingin Piala Dunia 2022 menjadi hajatan keluarga, tapi di sisi lain alkohol juga tak dilarang. Alkohol akan dijual di kawasan zona suporter," sergah Thawadi. (Hdn/Reuters)
|