Klub Ekuador, LDU Quito, secara mengejutkan mampu menyingkirkan klub Argentina, Estudiantes, dari babak 16 Besar Piala Libertadores dengan kedudukan agregat 3-2 hari Rabu (7/5). Dalam pertemuan pertama di kandang Quito pekan lalu, Estudiantes takluk 0-2. Dan hari ini di depan publik sendiri, Estudiantes hanya mampu menang 2-1 sehingga Quito unggul agregat 3-2.
Estudiantes, yang mengandalkan gelandang veteran berpengalaman Juan Sebastian Veron, tertinggal lebih dulu di menit ke-26 ketika kiper Mariano Andujar gagal menangkap bola back pass rekannya dari sebuah proses tendangan bebas Luis Bolanos.
Gol itu membuat situasi Estudiantes makin sulit karena harus mencetak empat gol untuk menyingkirkan Quito. Harapan sempat muncul melalui gol penyeimbang di menit ke-42 melalui bek Agustin Alayes dan gol keunggulan 2-1 lewat tumit Ezequiel Maggiolo di menit ke-66.
Di sisa waktu, Estudiantes memaksakan serangan total untuk mencari dua gol tambahan. Namun Quito sudah siap menahan mereka, bahkan termasuk memancing emosinya. Di akhir laga, aksi penyerang Quito Joffre Guerron yang terjatuh di daerah belakang Estudiantes membuat pemain pengganti Enzo Perez berang dan mencubit hidung Guerron sehingga mendapat kartu merah.
Nasib sama juga dialami oleh wakil Argentina lainnya, Lanus, yang disingkirkan oleh klub Atlas Meksiko. Tampil di kandang Atlas dalam pertemuan kedua, Lanus bisa menahan tuan rumah 2-2. Namun kekalahan 1-0 di kandang sendiri membuat Lanus terdepak dengan skor agregat 3-2.
Dengan demikian, wakil Argentina hanya menyisakan tiga klub, yaitu Boca Juniors, River Plate dan San Lorenzo, yang justru akan saling berhadapan. Adapun Brasil memiliki peluang untuk mengirim banyak tim ke perempat final karena Flamengo, Sao Paolo, Santos dan Cruzeiro, yang akan melawan Boca, berada dalam situasi menguntungkan dari leg pertama. (Hdn/Reuters)
|