Mantan ujung tombak timnas Brazil Romario Faria memutuskan untuk menanggalkan jabatannya sebagai pemain merangkap pelatih di Vasco da Gama setelah dalam kurun waktu dua bulan menjalani pekerjaan tersebut, usai berselisih dengan presiden klub Eurico Miranda.
Mirada mengonfirmasikan kalau Romario telah meletakkan jabatannya setelah ia meminta untuk memainkan striker muda Alan Kardec di pertandingan melawan Friburguensen.
"Ketika saya melihatnya (Romario) memilih untuk membangku cadangkan Alan, saya tidak setuju dengan keputusannya dan nampak tidak adil bagi pemain-pemain Vasco..." tukas Miranda.
"Bagaimana bisa pemain berkelas yang masih berusia muda seperti Alan justru dicadangkan?
"Saya sungguh menyesal atas keputusannya...namun saya harus memintanya untuk melakukan apa yang terbaik buat Vasco," tambahnya.
Romario meninggalkan tim asuhannya tersebut sebelum pertandingan dimulai, meski tanpa kehadiran mantan pemain PSV Eindhoven itu, Vasco sanggup menang 2-0.
Menurut media lokal dikatakan kalau Romario melindungi masa depan Kardec ketimbang menurunkannya lebih dini, karena performanya tersebut dapat mengundang klub-klub lain untuk membelinya.
"Saya justru ingin melindungi pemain muda. Namun apabila mereka justru ingin melepaskannya maka biarlah ini berlalu. Saya tidak ingin keputusan yang telah saya tetapkan dicampur-tangani oleh pihak lain," ungkap Romario. "Kini hubungan saya dengan Vasco tinggal sejarah."
Meski demikian Miranda membantah kalau pihaknya berniat untuk menjual Kardec, dan ia mengatakan siap menolak setiap penawaran yang diajukan kepada pemainnya tersebut.