Mantan ujung tombak timnas Cili dan Lazio, Marcelo Salas, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya di usia 33 tahun, setelah ia memiliki catatan 37 gol bagi negaranya di ajang internasional. "Saya telah mengadakan pertemuan dengan Marcelo dan ia memutuskan untuk tidak bermain lagi," ungkap direktur klub Universidad de Chile.
"Terakhir kali Marcelo tampil menghadapi Cobreloa, dimana dalam laga tersebut ia menorehkan dua gol."
Mantan Pemain Terbaik Amerika Selatan itu memulai karir profesionalnya di Universidad pada tahun 1994, sebelum pada akhirnya ia hijrah ke klub raksasa Argentina, River Plate dua tahun berikutnya.
Salas membantu negaranya ke ajang Piala Dunia 1998, dimana penampilan tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam kurun waktu 16 tahun, dan keberhasilan mereka cukup baik dimana sanggup melaju hingga 16 besar dan ia pun sukses menjaringkan empat gol dalam berduet dengan Ivan Zamorano.
Salas kemudian melanjutkan karir persepakbolaannya ke klub ibukota Italia Lazio, dimana selama tiga musim ia berada di ajang Serie A dan turut memberikan gelar Scudetto.
Pada tahun 2001 ia pindah ke Juventus, namun faktor cedera membuat karirnya tidak segemilang ketika masih memperkuat Lazio dan sejak itu karirnya terus mengalami penurunan performa.
Dua tahun berikutnya Salas kembali memperkuat River Plate, dimana ia sempat dua musim berlaga, namun lagi-lagi cedera membuatnya pindah ke Universidad.
Pada tahun 2001 Salas mampu menyamai perolehan gol Zamorano sebanyak 34 gol dan empat tahun kemudian ia mampu memecahkan rekor tersebut saat menghadapi Bolivia di ajang kualifikasi Piala Dunia.
Akhirnya Salas memastikan gol terakhirnya di ajang internasional, setelah mencetak dua gol kala menahan imbang Uruguay di kualifikasi Piala Dunia tahun lalu.
(Win/Reuters)
|