Gol tunggal Paul Scholes sudah cukup bagi Manchester United untuk meraih tiket ke Moscow sekaligus menciptakan All English Final di Liga Champions setelah pada semifinal kedua berhasil mengalahkan Barcelona lewat skor tipis 1-0, Selasa (29/4). Dengan kemenangan ini, peluang MU untuk meraih double winner di musim ini semakin besar karena di Liga Premier juga berpeluang menjadi juara meski masih mendapat persaingan ketat dari Chelsea.
Lolosnya MU menjadikan laga puncak nanti sebagai All English Final karena semifinalis lain mempertemukan dua tim Inggris, Liverpool dan Chelsea, untuk memperebutkan satu tiket tersisa.
Tampil di Old Trafford, MU mengharapkan sebuah kemenangan untuk meloloskan mereka ke final, sedangkan Barcelona hanya butuh hasil imbang 1-1 untuk melangkah ke Moscow setelah di pertemuan pertama bermain tanpa gol.
Meski bermain di kandang, MU kembali menampilkan sepakbola negatif sepanjang pertandingan dimana mereka hanya menyisakan Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo di depan lewat serangan balik.
Barcelona mendominasi sepanjang pertandingan dengan menempatkan trisula Samuel Eto'o, Lionel Messi dan Andres Iniesta untuk membongkar lini pertahanan MU.
Tim tamu mendapat peluang pertama melalui tendangan bebas saat Messi dijatuhkan oleh Paul Scholes. Namun tendangan bebas ujung tombak Argentina tersebut masih jauh dari sasaran.
Namun, meski terus ditekan sepanjang menit-menit awal, MU mendapat keberuntungan dengan membuka keunggulan di menit ke-14 setelah Scholes sukses mengoyak gawang Victor Valdes.
Kesalahan Gianluca Zambrotta di dalam membuang bola membuat Scholes berdiri bebas untuk menerima bola sebelum tendangan jarak jauhnya bersarang ke pojok kanan gawang Barcelona.
Tertinggal satu gol membuat Barcelona lebih meningkatkan tempo serangan dan beberapa kali mengancam gawang MU.
Tendangan Messi nyaris membuahkan gol jika saja kiper Edwin van der Sar tidak piawai di dalam melakukan penyelamatan.
Gelandang Korea Selatan Park Ji-sung juga sempat mengancam gawang Barcelona setelah tendangannya menyamping tipis di sisi gawang.
Aksi Messi beberapa kali membuat lini belakang MU kewalahan dengan tusukan-tusukan ciri khasnya meski akhirnya berhasil dimentahkan Van der Sar.
Pelatih Barcelona Frank Rijkaard mencoba memasukkan Thierry Henry dan Bojan Krkic untuk menambah daya serang. Namun rapatnya lini pertahanan MU membuat berbagai serangan yang dibangun tim tamu selalu kandas di tengah jalan.
Permainan apik yang diperagakan oleh Van der Sar membuat para pemain Barcelona merasa frustrasi dan bingung untuk melakukan cara apalagi agar dapat mencetak gol penyeimbang.
Tidak tampilnya Ronaldinho dianggap sebagai faktor sulitnya Barcelona untuk menciptakan kreasi bagus sekaligus membuat peluang matang bagi rekan-rekannya.
Dari sisi tuan rumah, kuartet lini pertahanan MU, Rio Ferdinand, Wes Brown, Patrice Evra dan Owen Hargreaves, yang diplot untuk mengisi bek kanan, menampilkan sebuah permainan solid.
[Rif]
|