Parlemen Uni Eropa meminta FIFA membatalkan rencananya untuk memperbaharui batasan jumlah pemain asing di dalam sebuah klub sepakbola. FIFA sebelumnya menginginkan peraturan guna memastikan enam dari 11 pemain yang tampil di tim utama berasal dari negara asal klub tersebut. Hal itu menentang peraturan Bosman tahun 1995 yang mengatakan diskriminasi kewarganegaraan di lapangan dalam sepakbola Eropa adalah ilegal.
Peraturan ketenagakerjaan UE menegakkan prinsip kebebasan berpindah dari tenaga kerja, yang mengijinkan para pesepakbola UE untuk memiliki status yang sama tanpa memandang negara anggota Eropa mana yang mereka tampil.
Badan tertinggi sepakbola Eropa, UEFA, menerapkan sistem berbeda dengan yang diinginkan FIFA, berusaha untuk lebih menginginkan pemain lokal dalam sebuah klub sembari mengacu kepada peraturan Bosman.
Selama dua musim terakhir, tim-tim yang tampil di kompetisi UEFA harus mengikutsertakan sejumlah pemain yang merupakan lulusan akademi klub dan jumlah lainnya yang dilatih di liga nasional. Dengan tidak secara spesifik menyebutkan kewarganegaraan, peraturan tersebut mulai menyingkirkan aturan Bosman.
Di dalam kebijakan olahraga UE, Parlemen Eropa mendukung cara yang dilakukan UEFA.
"FIFA ingin mewajibkan klub untuk lebih menginvestasikan talenta lokal, sebuah tujuan yang kami dukung 100 persen. Sayangnya, aturan 'enam plus lima' tidak sesuai dengan kebebasan berpindah seseorang di UE. Untuk itu kami meminta FIFA untuk bergabung dengan Parlemen Eropa dan Komite Eropa serta mendukung penuh aturan 'homegrown'," ujar juru bicara UE, Ivo Belet.
[Rif/AP]
|