Klub papan bawah Liga Belgia, Sint Truidense, mampu membuat kejutan di pekan ke-26 liga domestik, Jumat (10/3), setelah berhasil memukul sang pemuncak klasemen Anderlecht dengan skor meyakinkan 3-0. Sebelum pertandingan tersebut tuan rumah Sint Truidense kedapatan masalah, tiga pemain mereka ditahan pihak kepolisian untuk diselidiki, usai melakukan latihan guna menghadapi Anderlecht pada hari Kamis.
Marco Nijl dan Ilija Stolika diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna mendapatkan informasi, tetapi setelah itu kedua pemain tersebut tetap dapat ikut bertanding saat mengalahkan Anderlecht.
Pemain ketiga yang ditahan, Cyril Ramond, juga mendapat perlakuan yang sama seperti kedua rekannya itu, tetapi ia tidak tampil memperkuat Truidense pada hari Jumat itu.
Dua gol yang diborong oelh Mbonabucya di menit ke-65 dan 80 serta tambahan satu gol dari Tamas Hajnal memberikan tambahan tiga angka untuk Truidense sekaligus menaikkan peringkat mereka menjadi urutan ke-14, naik satu tingkat.
Anderlecht yang menjadi runner up pada musim lalu itu saat ini masih berada di puncak klasemen, karena Standard Liege baru akan bertarung melawan KSC Lokeren pada hari Minggu (12/3).
Klub raksasa Belgia itu saat ini telah mengantongi 52 angka dalam 26 kali penampilannya, unggul dua angka atas peringkat kedua, Standard liege, yang baru bertanding sebanyak 25 kali.
St Truiden merupakan salah satu dari lima tim terbesar Belgia sedang diselidiki oleh pihak kepolisian mengenai kasus taruhan yang dimuat di internet kala La Louviere menang 3-1 atas mereka pada 29 Oktober silam.
Jumlah uang taruhan itu sebesar 400 ribu euro, tetapi pihak klub La Louviere membantah bahwa mereka tidak ikut terlibat dengan kasus tersebut.
Begitu juga Truiden yang juga menepis semua tuduhan itu, mereka menyatakan bahwa sejak direkrut ke tim ini para pemain mereka sudah menyatakan tidak akan melakukan taruhan serta tidak memberikan bocoran mengenai keadaan tim ini. [Dho/Reuters]
|