Velez Sarsfield meraih gelar juara Liga Clausura Argentina setelah menang 1-0 atas rival terdekat, Huracan, melalui gol kontroversial Maxi Moralez, Minggu (5/7). Huracan, yang sebelum pertandingan masih memimpin klasemen sementara, sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk menggagalkan misi Velez sekaligus menjuarai Argentina untuk kedua kalinya.
Tampil di kandang lawan, pasukan Angel Cappa itu tampil cemerlang, terutama lewat aksi serangan baliknya. Bahkan Huracan sempat mencetak gol di awal laga melalui sundulan bek Eduardo Dominguez yang kemudian dianulir karena lebih dulu offside.
Pertandingan babak pertama sendiri sempat berhenti karena badai es. Dan setelah dilanjutkan kembali, Velez sepatutnya unggul jika tendangan penalti striker Rodrigo Lopez tidak digagalkan kiper Gaston Monzon.
Velez juga memiliki peluang emas yang gagal menjadi gol saat bola tandukan Lopez dari sebuah sepak pojok tidak disapu bek Huracan, Carlos Arano, sebelum melintas garis gawang. Sedangkan sundulan Sebastian Dominguez berikutnya hanya mengenai mistar gawang.
Tapi kebuntuan tuan rumah akhirnya terpecahkan saat laga tersisa enam menit. Moralez dengan cerdik memanfaatkan bola liar untuk memastikan kekalahan pertama Huracan dalam delapan laga terakhir.
Tapi gol juara itu berbau kontroversial karena sesaat sebelum bola menjadi liar di kotak penalti, pemain pengganti Velez, Joaquin Larrivey, bertabrakan dengan kiper Monzon sehingga Monzon cedera sesaat dan tak kuasa mengawasi bola. Namun wasit tidak menghentikan permainan.
Moralez kemudian mendapat kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua akibat melepas kostum saat merayakan golnya.
Gol itu tetap membuat Velez meraih gelar juara liga ketujuhnya. Juara dunia 1994 ini melompati perolehan poin Huracan dan memimpin klasemen akhir dengan nilai 40 atau dua poin di atas Huracan dan hanya sekali kalah dalam 19 laga. (Hdn/Reuters)
|