Sejumlah ilmuwan Eropa memperingatkan para penggemar sepakbola agar berhati-hati terhadap wabah penularan virus kutu yang mungkin terjadi di Euro 2008.
Virus itu menimbulkan sebuah penyakit yang disebut Tick-Borne Encephalitis (TBE) dan menyerang sistem otak pada manusia dan juga binatang mamalia. Masa penyebaran virus adalah musim panas di mana suhu meningkat. Tahun 2007, penderita di Eropa yang harus dirawat lebih lanjut di rumah sakit meningkat 30 persen hingga 13.000 penderita.
Swiss dan Austria, yang akan menjadi tuan rumah Euro 2008, merupakan dua dari 27 negara endemik virus ini di Eropa. Dari sejumlah kasus, ilmuwan menyebut TBE bisa menyebabkan cacat, koma atau 1-2 persen kematian.
Dari fakta itu, sekitar 600 orang diperkirakan memiliki peluang untuk terjangkit TBE secara hebat, terutama bagi fans yang senang berkemah atau naik gunung di saat tidak mendukung timnya di Euro 2008.
"Bisa saja (angkanya) lebih dari itu. Jika anda tak tahu apa yang anda cari maka akan sulit mengetahui adanya TBE karena gejalanya mirip seperti sakit flu," kata Profesor Michael Kunze, pimpinan kelompok penelitian TBE.
"Ada masalah perhatian menyangkut TBE dan kami harus menyadarkan para dokter dan pelancong. Kita bisa menghindari TBE, tapi tak mungkin merawatnya," imbuh Kunze.
Untuk itu, semua orang yang hendak ke Euro 2008 sebaiknya meminta vaksinasi kepada dokter. Program vaksinasi TBE sendiri diperkenalkan pada tahun 1981 di Austria yang terbukti bisa mengurangi jumlah kasus TBE dari 700 hingga di bawah 70 dalam waktu setahun.
Menurut Kunze, vaksin terbukti efektif melindungi orang dari kemungkinan terjangki TBE hingga 99 persen. Adapun dua pabrik pembuat vaksin tak pernah mendanai penelitian mengenai TBE meski membiayai dirinya untuk menghadiri berbagai konferensi. (Hdn/Reuters)