Bek kanan Argentina Javier Zanetti mengingat kekecewaan timnya saat kalah dari Brasil di final Copa America tiga tahun lalu dan berharap hal itu tidak akan terulang kembali.
Brasil memaksakan hasil imbang 2-2 dan kemudian meraih kemenangan di babak penalti saat keduanya bertemu di turnamen tahun 2004 di Peru. Keduanya akan kembali bertemu di final tahun ini.
"Di final waktu itu kami meninggalkan kekecewaan karena Argentina cukup bagus untuk memenangkan turnamen. Mari kita berharap kali ini kami dapat membuat akhir yang bahagia," ujar Zanetti.
"Namun kami tidak memikirkan tentang balas dendam. Ini adalah partai klasik dan kami akan berusaha memangkannya. Tidak ada favorit," tambahnya.
Zanetti, yang telah tampil sebanyak 110 kali bagi Argentina, tampil di Peru tiga tahun lalu namun secara mengejutkan terdepak di skuad Piala Dunia 2006 oleh Jose Pekerman.
Argentina memiliki kebiasaan gagal memenangkan turnamen dimana mereka dianggap telah memainkan sepakbola terbaik. Gelar terakhir mereka adalah 14 tahun lalu ketika mereka memenangkan Copa America di Ekuador.
"Kami memiliki harapan besar saat ini. Setelah bertahun-tahun tanpa gelar, sekarang kami memiliki peluang," tukas Zanetti.