Electric PLN Juara Baru IFL
[Rabu, 12 November 2008 22:36, BIANGBOLA]
Tim bertabur bintang Jogja Electric PLN akhirnya berhasil memenuhi ambisinya menjadi juara Indonesian Futsal League (IFL) setelah menang tipis 2-1 atas juara bertahan Biangbola FC pada laga final yang digelar di Hall A Gelora Bung Karno, Rabu (12/11). Keberhasilan PLN menjadi juara IFL ini terbilang sungguh luar biasa karena pasukan Zahlul Fadhil itu tidak sekalipun mengalami kekalahan sejak babak reguler. Bahkan Andri Irawan cs cuma satu kali saja gagal meraih kemenangan kala ditahan imbang My Futsal 2-2 di leg kedua Final Four.
Penentu keberhasilan PLN mengalahkan Biangbola tidak lepas dari kejelian mereka dalam memanfaatkan situasi bola mati. Dua gol kemenangan dihasilkan lewat set-piece tendangan ke dalam.
Tampil dihadapan ribuan penonton yang memadati Hall A Gelora Bung Karno, baik PLN maupun Biangbola tampil agak sedikit berhati-hati di lima menit pertama.
Pertandingan baru memanas setelah berjalan enam menit ketika Biangbola mengempur gawang PLN. Dua peluang didapat Denny Handoyo, sayangnya masih belum membuahkan hasil.
Sebuah peluang emas kembali diraih Biangbola, yang dalam laga ini tidak didampingi pelatih kepala Yudo Hadiyanto. Tendangan keras Beni Hera dari jarak dekat dengan baik mampu dipatahkan kiper Yos Adi Wicaksono. Sedangkan bola rebound yang coba disambar Andrea Picesa masih melambung.
Asyik menyerang, pertahanan Biangbola lengah. Alhasil di menit ke-11, PLN mampu membuka keunggulannya. Bola tendangan ke dalam Jaelani Ladjanibi dengan baik dicocor Socrates Matulessy dimulut gawang Dede Sulaiman.
Satu menit berselang, Socrates nyaris saja menggandakan keunggulan PLN saat ia berhasil lepas dari kawalan pemain Biangbola. Akan tetapi sepakan kaki kanannya masih mengenai tiang gawang.
Tertinggal satu gol, Biangbola mencoba membalas dengan meningkatkan tempo permainan. Beberapa peluang mampu diraih diantaranya melalui Tony M. Nur.
Namun pada saat babak pertama tersisa empat menit, PLN mampu menggandakan keunggulan melalui proses yang nyaris sama seperti gol pertama. Umpan matang Topas Wiryawan dari tendangan ke dalam dengan tenang disambar oleh Sayan Karmadi.
Di babak kedua, setelah beberapa kali mendapat peluang, Biangbola akhirnya dapat memperkecil defisit gol melalui tendangan keras dari Henry Kurniawan.
Selepas itu, Biangbola mendominasi jalannya pertandingan dan mendapatkan beberapa peluang emas. Untungnya PLN memiliki Yos Adi yang tampil prima di bawah mistar gawang.
Tercatat lima peluang emas diraih Biangbola melalui Henry, Tony, kapten Andrian Asuri, Picesa dan Denny. Namun kesemua peluang tersebut terbuang sia-sia karena ketangguhan Yos Adi dan kurang tenangnya penyelesaian akhir.
Satu menit sebelum bubaran, Biangbola terpaksa bermain dengan empat pemain setelah Tony diganjar kartu kuning kedua karena mencoba mencetak gol dengan tangan.
"Keberhasilan menjadi juara ini merupakan hasil kerja keras semua pemain sejak bergulirnya IFL tahun ini. Kunci kemenangan kami karena kami bermain sabar dan mampu menjaga tempo permainan. Biangbola bermain sangat luar biasa, untungnya defence kami tampil baik," ujar kapten PLN Andri Irawan ketika ditanya seputar keberhasilan timnya menjadi juara.
Meski gagal menjadi juara, Biangbola sedikit terhibur dengan keberhasilan dua pemainnya, Ahmad Syaibani dan Denny mengondol gelar perseorangan.
Denny dinobatkan oleh tim penilai sebagai pemain terbaik IFL tahun 2008 ini. Sedangkan Syaibani menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 22 gol.
Sementara itu ketika ditanyai seputar kegagalan timnya, Denny mengaku Biangbola sedikit kurang beruntung karena mereka mampu mendapat beberapa peluang menjelang akhir pertandingan.
"Kami mengakui PLN lebih baik, tapi kami kurang beruntung dengan gagalnya beberapa peluang emas yang didapat di akhir pertandingan. Selain itu kami juga lengah dalam mengantisipasi set-piece lawan," ujar Denny seusai pertandingan berakhir.
Adapun Pelindo II berhasil keluar sebagai juara ketiga setelah mengalahkan My Futsal 2-1. Gol penentu kemenangan Pelindo II lahir melalui eksekusi penalti titik kedua yang diambil Taufiqurrahman dua menit menjelang bubaran.
(Tho)
|